Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Saat memimpin doa bersama, ia berdoa memakai Bahasa Indonesia.
Menag Fachrul Razi mengaku berdoa memakai bahasa Indonesia seperti yang ia sampaikan kepada imam-imam di masjid. "Oh iya tentu, doanya pakai bahasa Indonesia," katanya, Jumat (1/11/2019).

Ia mengimbau para imam di masjid untuk memanjatkan doa menggunakan Bahasa Indonesia. Sebab tidak semua umat Islam di Tanah Air bisa berbahasa Arab.
“Dalam berdoa gunakan juga bahasa Indonesia agar umat dan masyarakat mengerti, karena tidak semua umat Islam di sini mengerti bahasa Arab,” ujar Menag Fachrul Razi.
Dalam khotbah Jumat-nya, ia menyampaikan tentang pentingnya toleransi di Indonesia.
"Kita terdiri dari macam-macam suku dan agama. Tapi kita kenal satu sama lain, maksudnya kenal itu betul-betul tahu apa yang menjadi, apa yang tidak boleh, apa yang jangan, apa yang harusnya bisa dilakukan sehingga toleransi itu baik," katanya.
Menurut Menag Fachrul Razi, semua umat beragama bermacam-macam karena kekuasaan Allah SWT.
Selain itu manusia sebenarnya diciptakan bukan untuk membedakan satu sama lainnya. Namun untuk saling menghormati dan mengasihi.
Ia memberi contoh, seperti dalam Surat Al Hujarat ayat 13. Pada ayat tersebut Allah SWT telah menciptakan manusia dengan berbeda-beda agama, suku dan budaya. Meski berbeda harus tetap saling mengasihi satu sama lain.
Surat Al-Hujurat Ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Perbedaan tak boleh jadi sumber perpecahan. Berbeda-beda namun satu jua. Oleh karena itu toleransi antar umat beragama itu penting.
(Dyah Ratna Meta Novia)