Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PWNU Jatim Perbolehkan Salam Semua Agama, Ini Dalilnya

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Rabu, 13 November 2019 |08:16 WIB
PWNU Jatim Perbolehkan Salam Semua Agama, Ini Dalilnya
Ilustrasi. Foto: Acclaim Images
A
A
A

MAJELIS Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim) dikabarkan mengimbau agar pejabat bergama Islam tidak mengucapkan salam semua agama atau salam lintas agama. Hal itu pun memicu reaksi dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jatim yang tidak setuju dengan imbauan tidak mengucapkan salam semua agama tersebut. Oleh karena itu organisasi ulama ini mengeluarkan sikap resmi untuk menyikapi seruan MUI Jatim itu.

Dalam Surat Keputusan Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur tentang Hukum Salam Lintas Agama , memperbolehkan pejabat Islam mengucapkan salam semua agama.

Dalam keputusan mereka juga dijelaskan mengenai dalil-dalil salam lintas agama tersebut. Dijelaskan dalam surat keputusan itu bahwa Islam sebagai agama kerahmatan selalu menebarkan pesan-pesan kedamaian di tengah manusia. Pesan kedamaian dalam wujud menebarkan salam secara verbal juga telah menjadi tradisi agama tauhid sejak Nabi Adam As yang terus diwarisi hingga sekarang

“Mengucapkan salam secara verbal merupakan tradisi Nabi Adam As dan keturunannya dari para nabi dan wali.”

Nabi Ibrahim As mengucapkan salam kepada ayahnya yang masih belum bertauhid. “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu dan Aku akan memintakan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh ia sangat baik kepadaku.” (QS. Maryam: 47).

Lebih lanjut dalam menelaah salam semua agama ini, PWNU Jatim juga menyampaikan bahawa Nabi Muhammad SAW juga pernah mengucapkan salam kepada penyembah berhala dan segolongan Yahudi yang sedang berkumpul bersama kaum muslimin.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement