nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Qana'ah untuk Menggapai Bahagia

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 18 November 2019 04:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 15 614 2130435 pentingnya-qana-ah-untuk-menggapai-bahagia-yvwqvc4fHE.jpg Qana'ah dengan apa yang dimiliki (Foto: Istock)

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin Umar mengatakan, qana'ah merupakan sikap merasa cukup dengan apa yang sudah ada pada diri seseorang.

Qana'ah itu enak diucapkan tapi susah diamalkan. "Qana’ah adalah sikap atau persepsi seseorang di mana seseorang itu Insya Allah mampu merasa cukup terhadap karunia yang Allah berikan padanya," katanya beberapa waktu lalu.

 pentingnya merasa qana'ah

Seperti dilansir website Jatman, Prof Dr Nasaruddin Umar menjelaskan, sesungguhnya bukanlah yang banyak itu yang kita cari pada hakikatnya. Bukan juga yang besar itu yang kita cari pada hakikatnya. Bukan yang panjang atau yang lebar yang kita cari itu pada hakikatnya. Tapi pada hakikatnya, yang kita cari yang kita butuhkan adalah berkahnya.

Belum tentu yang besar itu berkah, belum tentu yang banyak iu berkah. Walaupun kecil tapi kalau itu berkah, itu jauh lebih menguntungkan dan lebih bermanfaat buat kita semuanya.

Makanya itu dalam hadist Nabi disebutkan,

القناعة كنز لا يفنى

“Qana’ah itu adalah gudang yang tidak pernah kering.”

Kalau orang qana’ah merasa puas terhadap apa yang ada pada dirinya sendiri itulah sesungguhnya orang kaya. Tetapi kalau orang tak pernah puas terhadap apa yang mereka miliki, sekalipun konglomerat, sekali pun menjabat jabatan paling tinggi, tapi kalau dia tidak pernah merasa puas maka sesungguhnya itu adalah orang miskin.

"Jadi orang miskin itu bisa kita definisikan orang yang tidak pernah puas terhadap apa yang ada pada dirinya sendiri," terang Prof Dr Nasaruddin Umar.

Oleh karena itu qan’aah adalah orang yang bersikap dan merasa puas terhadap karunia yang Allah berikan kepada kita. Nah itulah yang kita harapkan sebetulnya, tenang, nyaman, nikmat, sejuk, bahagia, damai, kenapa? Qana’ah sudah berada dalam diri setiap orang itu.

Tapi kalau enggak ada qana’ah dalam diri kita sendiri, kita sudah punya segalanya, tapi belum cukup. Selalu tak pernah cukup.

Nah kalau hidup ini tidak pernah cukup maka pada hakikatnya itu adalah sebuah penderitaan. Orang yang tak pernah merasa cukup terhadap apa yang Allah karuniakan terhadapnya. Orang itu pada hakikatnya adalah orang miskin.

Jadi kemiskinan itu bukan karena tidak ada hartanya, kemiskinan dia terlalu banyak kebutuhannya dan selalu membutuhkan dan tidak pernah merasa puas. Itulah hakikat orang-orang miskin.

Kita dianjurkan oleh agama kita, agama Islam untuk qana'ah. Mari kita merasakan apa yang disebut dengan qana’ah.

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan tema lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Tulisan dapat dikirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

 

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini