Tulisan Menyentuh Felix Siauw tentang Nabi Muhammad Dibanding-bandingkan

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 18 November 2019 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 18 614 2131213 tulisan-menyentuh-felix-siauw-tentang-nabi-muhammad-dibanding-bandingkan-H2rzgBPSEo.jpg Foto: Instagram @felixsiauw

ISU Sukmawati Soekarno Putri membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno tengah jadi sorotan. Apalagi ia juga membandingkan Pancasila dengan Alquran.

Di sela bergulirnya isu tersebut, Ustadz Felix Siaw mengunggah tulisan yang menyentuh hati lewat akun Instagramnya. Ia menulis nasihat tentang bagaimana semestinya Muslim menghargai Nabi Muhammad, Rasulullah SAW. Berikut selengkapnya unggahan tersebut:

“Allahumma Shalli 'Ala Sayyidina Muhammad 

Rasulullah takkan pernah marah bila pribadinya yang dihina. Jangankan itu, dilempari saja dia balas dengan doa, dibentak saja dia balas dengan senyuman 

Pantas nama Muhammad dan Ahmad disematkan padanya. Dia lelaki terpuji dan pantas untuk dipuji-puji. Bukan hanya manusia, bahkan malaikat dan Tuhan-Nya memujinya 

Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk menghinanya. Sebab para pengikutnya pasti akan membelanya, dengan apapun yang mereka punya dan ada 

Sebab cinta pengikutnya, takkan membiarkan yang dicintai untuk disakiti, meski yang dicintai takkan membalas apapun yang diperlakukan kepadanya 

Seharusnya bulan ini adalah bulan untuk mengingatnya, bukan bulan untuk menyakitinya. Harusnya bulan ini untuk belajar darinya, bukan membandingkannya (red. Nabi Muhammad). 

Apalagi memojokkan dirinya, seolah dirinya tak berjasa apapun. Padahal milyaran manusia dan ribuan tahun peradaban berhutang padanya 

Bahkan tak berhenti sampai dunia, keperluan kita kepadanya sampai pada akhirat. Kerinduannya pada kita bahkan sebelum kita menghirup nafas di dunia 

Bila tak tahu cinta, jangan kau mencela. Bila tak suka dengan jalannya, jangan namanya didera. Tak cukup benderanya, tak cukup warisannya, kini namanya kau nista 

Ketahui, setiap nama yang dulu menentangnya, kini dilupakan dunia. Yang dahulu memerangi risalahnya, kini binasa. Yang mengejek-ejeknya meski dalam hati, terputus dari karunia

 

Bila yang diucap lisan sudah berbisa, apalagi racun yang tersimpan di dalam dada. Asal tahu saja, ujung dari dengki itu adalah celaka di dunia, dan du akhirat sengsara 

Ini bukan menakut-nakuti, hanya nasihat bagi diri sendiri, yang mengkhawatirkan bahwa ia berhenti mencintai, pada Nabi yang lebih utama dari apapun yang ada di bumi."

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim.

Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini