Din Syamsuddin Minta Semua Umat Amalkan Toleransi

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 18 November 2019 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 18 614 2131378 din-syamsuddin-minta-semua-umat-amalkan-toleransi-amyMTJ8oUo.jpg Toleransi antar umat beragama (Foto: Novie/Okezone)

Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang diselenggarakan setiap tanggal 16 November, para pemuka agama yang tergabung dalam Inter Religious Council (IRC) Indonesia mengajak keluarga besar bangsa untuk bersatu dan bersyukur. Hal ini disampaikan oleh mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

 Toleransi beragama

"Kami mengajak segenap keluarga besar bangsa Indonesia mensyukuri rahmat llahi atas anugerah-Nya bagi bangsa Indonesia yang majemuk namun dapat hidup dalam harmoni dan toleransi," ujar Din Syamsuddin saat menggelar konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Din menjelaskan pentingya toleransi, khususnya dalam beragama. Sebab hal tersebut adalah ajaran yang penting dan selalu diajarkan di setiap agama manapun. Ia meminta semua umat mengamalkan semua ini.

"Kami berpesan kepada segenap pemeluk agama untuk mengamalkan ajaran toleransi dalam kehidupan bersama, yakni dengan menerima perbedaan dan saling menghormati perbedaan-perbedaan itu," paparnya.

Din menekankan, sebagai bangsa yang majemuk, menuntut upaya saling memahami dan menghormati perbedaan antara agama-agama dan suku-suku bangsa. Serta adanya komunikasi yang baik antar umat beragama.

"Mendorong komunikasi lintas pemeluk agama untuk memperbanyak perjumpaan, percakapan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, para pemuka agama yang tergabungke dalam Inter Religious Council (IRC) Indonesia menyampaikan lima poin di antaranya:

1. Mengajak segenap keluarga besar bangsa mensyukuri rahmat llahi atas anugerah-Nya bagi bangsa Indonesia yang majemuk namun dapat hidup dalam harmoni dan toleransi.

2. Toleransi merupakan ajaran agama yang penting. Maka oleh karena itu berpesan kepada segenap pemeluk agama untuk mengamalkan ajaran toleransi dalam kehidupan bersama, yakni dengan menerima perbedaan dan saling menghormati perbedaan-perbedaan itu.

3. Intoleransi adalah fenomena nyata dalam kehidupan bangsa, yang mengejawantah baik dalam pikiran maupun tindakan segelintir anak-anak bangsa. Maka adalah kewajiban bagi kita semua sebagai umat cinta damai dan kerukunan untuk mengajak mereka ke jalan toleransi dan harmoni.

4. Mengajak segenap keluarga besar bangsa untuk mengembangkan budaya toleransi sebagai manifestasi etika keagamaan, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun bangsa.

Sebagai bangsa yg majemuk Bangsa Indonesia menuntut adanya wawasan saling memahami dan menghormati perbedaan antara agama-agama. dan suku-suku bangsa.

5. Mendorong komunikasi lintas pemeluk agama untuk memperbanyak perjumpaan, percakapan, dan kerjasama guna meningkatkan kualitas kemanusiaan dan lingkungan.

Selain dihadiri para pimpinan Muhammadiyah, dalam konferensi pers ini juga dihadiri oleh para pemuka agama lainnya seperti Jacky Manupung (Protestan), Romo Heri Wibowo (KWI), Bona Beding (Katolik), Bhikkhu Indameoho (Budha), WS Rudi Hunawijaya (Khonghucu) dan lainnya.

 Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke [email protected], cc [email protected]

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini