SIAP dipinang Rezky Aditya, Citra Kirana khusyuk mengadakan siraman dan pengajian. Citra Kirana tampil cantik manglingi. Suasana acara pun nampak penuh dengan haru.
Siraman dan pengajian yang dilaksanakan Citra Kirana tersebut dihadiri keluarga besar dan sahabat dekatnya saja. Sayang, tak ada sosok Resky Aditya yang turut hadir.
Citra Kirana pun tampil memikat pada kedua momen sakral itu. Dia tampil manis bak gadis Jawa dan berbalut dress berpayet nuansa pink, cantiknya kalem banget.
Pastinya Okezoners dibuat penasaran dengan penampilan Citra Kirana saat pengajian maupun siraman. Yuk simak langsung artikelnya berikut ini biar enggak tambah penasaran.
Pakai melati lengkap saat siraman

Saat hendak siraman Citra Kirana berjalan menuju altar tempat siraman, ditemani saudara perempuan terdekatnya. Penampilan Citra Kirana cantik memikat, dia mengenakan kain batik nuansa cokelat dengan hijab senada yang dililit rapi. Kemudian tubuhnya pun dibalut aksesoris melati yang lengkap dari kepala dan bagian tubuhnya. Anggun banget sih!
Tak berhenti menebar senyuman

Selama berjalan ke altar, Citra Kirana tak berhenti menebar senyuman. Tampil dengan wajah cerah, pesona Citra Kirana manglingi banget. Dia juga seakan tak sabar melakukan proses yang sakral jelang pernikahan tiba.
Disiram bunga dengan sang ayah, penuh haru

Ayah Citra Kirana terlihat bahagia meski bakal ditinggal menikah oleh putri bungsunya. Begitupun dengan Citra Kirana, wajahnya tetap semringah saat mandi kembang. Ketika momen ini berlangsung, suasananya sontak penuh haru.
Cantiknya Citra Kirana saat pengajian

Saat pengajian berlangsung, Citra Kirana ganti outfit. Dia tampil anggun memakai gaun warna pink penuh payet. Gayanya juga manis dalam balutan hijab warna baby pink senada. Kompak banget Gaya Citra Kirana dengan sahabat dan kakak tersayang, Erika Putri.
Enggak lupa wefie cantik

Saat di altar pengajian, Citra Kirana tampil anggun. Diajak wefie dengan para sahabatnya, Citra Kirana pun pasang wajah ceria. Gimana nanti di momen pernikahannya ya, pasti pesonanya berbeda.
(Martin Bagya Kertiyasa)