Hari Disabilitas Sedunia, Meneladani Sikap Rasulullah kepada Sahabat Disabilitas

Selasa 03 Desember 2019 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 03 614 2137435 hari-disabilitas-sedunia-meneladani-sikap-rasulullah-kepada-sahabat-disabilitas-dD8X1dVEh4.jpg Akhlak Nabi Muhammad yang mulia (Foto: Dawood Bohras)

Rasulullah SAW merupakan manusia berakhlak paling mulia. Ia merupakan suri teladan bagi umat Muslim dalam hal memperlakukan penyandang disabilitas.

Rasulullah SAW juga punya sahabat yang merupakan penyandang disablitas.

“Demi Dzat yang diriku yang ada pada tangan-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada orang yang jika ia bersumpah, ia pasti melakukannya. Di antara mereka adalah Amr al-Jamuh.

Dan sungguh aku telah melihatnya menginjakkan kakinya yang pincang di surga,” kata Nabi Muhammad dalam hadits riwayat Ibnu Hibban.

Nabi Muhammad SAW memperlakukan penyandang disabilitas dengan sangat baik dan penuh hormat. Beliau tidak membedakan mereka dengan sahabatnya yang normal secara fisik.

Hal ini terlihat dari sikap Nabi Muhammad kepada Amr bin al-Jamuh sebagaimana tertera dalam buku Rasulullah Teladan Untuk Semesta Alam (Raghib as-Sirjani, 2011).

Amr adalah seorang sahabat yang pincang. Ia memiliki empat orang anak laki-laki yang mengikuti beberapa peperangan bersama Nabi Muhammad.

Suatu ketika, menjelang Perang Uhud, Amr bin al-Jamuh mengutarakan keinginannya untuk ikut bergabung dengan pasukan muslim melawan kaum musyrik Makkah.

 perang

Namun keempat anaknya menghalanginya, mengingat kondisi bapaknya yang pincang. Tidak terima dengan hal itu, Amr mendatangi Nabi Muhammad.

Amr mengadu kepada Nabi Muhammad bahwa alasan dirinya ingin berperang adalah agar kakinya yang pincang bisa menginjak surga.

“Sesungguhnya anak-anakku ingin menahanku untuk keluar bersamamu pada Perang Uhud ini. Padahal demi Allah, aku benar-benar ingin kakiku yang pincang ini dapat menginjak surga,” kata Amr bin al-Jamuh kepada Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad merespons aduan Amr bin al-Jamuh tersebut dengan jawaban yang menarik. Jawaban yang diberikan kepada Amr berbeda dengan anaknya.

Nabi mengatakan kepada Amr, bahwa Allah sudah memaafkannya sehingga ia tidak memiliki kewajiban lagi untuk ikut berperang.

Sementara kepada anak-anaknya Amr, Nabi mengimbau agar tidak melarang bapaknya tersebut. “Hendaklah kalian jangan menghalanginya, semoga Allah menganugerahinya mati syahid,” kata Nabi kepada anak-anak Amr.

Seperti dilansir dari NU Online  Amr akhirnya ikut berperang bersama dengan Nabi Muhammad dan pasukan muslim. Ia kemudian terbunuh dalam Perang Uhud.

Setelah itu, Nabi bersabda bahwa dirinya melihat Amr bin al-Jamuh menginjakkan kakinya yang pincang di surga.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini