Arab Saudi Hapus Aturan Pemisahan Tempat Pria-Wanita di Restoran

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 614 2140488 arab-saudi-hapus-aturan-pemisahan-tempat-pria-wanita-di-restoran-2bMiRZolQL.jpg Restoran di Arab Saudi. Foto: Getty Images (Sumber BBC)

PEMISAHAN tempat maupun pun pintu di restoran maupun kafe untuk pria dan wanita tak lagi berlaku di Negeri Abdullah. Sebab pada Minggu 8 Desember 2019 Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa aturan tersebut telah dihapus.

Berdasarkan keputusan tersebut, maka pengelola restoran, kafe, atau tempat makan lainnya di Arab Saudi kini diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan apakah memisahkan tempat dan pintu untuk ukhti/wanita-akhi/pria, atau masih menerapkannya.

Sebelumnya, restoran wajib menyediakan satu pintu masuk bagi wanita dan keluarga, dan pintu lainnya khusus bagi pria. Di dalam restoran, wanita dan keluarga biasanya dipisahkan dari pria dengan menggunakan tirai atau papan.

Wanita Arab Saudi. Foto: Metro UK

Dukutip dari BBC pada Rabu (11/12/2019), peraturan pemisahan gender itu sebenarnya sudah secara diam-diam tak lagi diberlakukan sebagian pengelola restoran, kafe, dan tempat sejenisnya di Arab Saudi.

Sementara itu serangkaian reformasi sosial besar-besaran terjadi di Arab Saudi selama setahun terakhir. Reformasi terbaru itu adalah penghapusan aturan pemisahan tempat dan pintu khusus bagi wanita dan pria.

Sebelumnya, yaitu awal tahun 2019, Kerajaan Arab Saudi membolehkan wanita bepergian ke luar negeri tanpa izin wali prianya. Kemudian tahun lalu kerajaan mengakhiri larangan bagi wanita untuk mengemudi mobil.

Akan tetapi, reformasi itu diikuti oleh penekanan kebebasan berpendapat. Para aktivis mengeluh bahwa banyak peraturan diskriminatif terhadap wanita masih berlaku. Bahkan, beberapa aktivis hak-hak wanita ditangkap meski pemerintah setempat telah melakukan reformasi.

Sejak Mohammed bin Salman diangkat menjadi putra mahkota pada 2017, ia telah mengambil langkah-langkah untuk membuka masyarakat Arab Saudi yang dikenal sangat konservatif.

Berbagai langkah reformasinya menuai pujian dari komunitas internasional, tetapi juga dibarengi dengan gelombang represi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini