Kemenag Ingatkan Marketplace Dilarang Jadi Penyelenggara Umrah

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 12 614 2140928 kemenag-ingatkan-marketplace-dilarang-jadi-penyelenggara-umrah-g6u24GyBXc.jpg Ilustrasi. Foto: Reuters

INDUSTRI berkonsep marketplace tengah berkembang seiring semakin majunya teknologi. Pelaku bisnis seperti ini berinovasi, di antaranya dengan menawarkan paket umrah.

Menyikapi penawaran paket umrah tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan bahwa pelaku bisnis marketplace dilarang menjadi penyelenggara umrah. Marketplace hanya boleh sebagai jembatan penyelenggaraan saja.

“Perusahaan marketplace tersebut hanya bisa menjadi jembatan atau tempat berjualan saja,” ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Arfi Hatim, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag pada Kamis (12/12/2019).

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Menurutnya, larangan itu diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pasal 121 misalnya, mengatur bahwa setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan mengumpulkan dan/atau memberangkatkan Jamaah Haji Khusus, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sedang pasal 122 mengatur, setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dengan mengumpulkan dan/atau memberangkatkan Jamaah Umrah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Meski demikian, Kementerian Agama mendorong PPIU untuk memanfaatkan teknologi dalam tata kelola penyelenggaraan umrah dan haji khusus. Dalam memasarkan produk atau paket, PPIU bisa mengkombinasikan antara penjualan online dan offlinenya.

“Beberapa PPIU yang sudah punya aplikasi sendiri. Mereka yang tidak bisa memanfaatkan teknologi akan tergilas dalam persaingan,” ucap Arfi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya