Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sains Dalam Alquran, Semua Benda Angkasa Beredar pada Orbitnya

Ibrahim Al Kholil , Jurnalis-Sabtu, 14 Desember 2019 |04:38 WIB
Sains Dalam Alquran, Semua Benda Angkasa Beredar pada Orbitnya
Orbit benda-benda angksa (Foto: Science ABC)
A
A
A

Semua planet, sistem bintang, dan galaksi berputar pada porosnya dan juga beredar pada orbitnya dalam suatu gerakan berpindah (revolusi).

Setiap planet di angkasa tunduk pada suatu orbit statis. Ia beredar pada orbitnya dan tidak pernah melenceng darinya. Inilah yang mencegah planet-planet maupun benda angkasa dari benturan dengan sesamanya.

 galaksi

Bahkan, seluruh alam semesta melakukan revolusi mengelilingi pusatnya yang sangat jauh, yang tidak bisa digambarkan oleh imajinasi manusia, tidak sedikit pun diketahui oleh ilmu pengetahuan, dan hanya Allah sendiri yang tahu.

Walaupun manusia telah mampu mengungkap sebagian hukum-hukum pergerakan benda-benda dan dinamikanya di dalam ruang lingkup bumi, sesungguhnya mereka tidak mampu untuk mengetahui berbagai rahasia pergerakan nebula-nebula, planet-planet, galaksi-galaksi, bintang-bintang, dan komet-komet.

Mereka masih meraba-raba dalam upaya untuk mengerti sebab-akibat pergerakan benda-benda angkasa, sistemnya, dan kecepatannya.

Allah telah berfirman, "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin: 40).

"Dan, Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya." (Al-Anbiya': 33).

"Dan, Dia menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan." (Az-Zumar: 5).

"Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak bergeser."16 (Fathir: 41).

Ayat-ayat di atas mengisyaratkan adanya revolusi benda-benda angkasa, dengan pengertian bahwa tidak mungkin akan terjadi benturan antara matahari baik dengan bulan maupun dengan planet-planet.

Pasalnya, Allah telah menahan langit, bumi, dan semua benda yang ada di antara keduanya agar tidak bergeser (dari orbitnya). Ini merupakan salah satu kemukjizatan terbesar dalam ilmu astronomi. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Sudah dimaklumi bersama bahwa setiap planet di angkasa tunduk pada suatu orbit statis. Ia bergerak pada orbit itu dan tidak pernah melenceng darinya.

Misalnya, bulan berputar pada porosnya dan pada saat yang sama ia berevolusi mengelilingi bumi dalam suatu orbit statis. Begitu pula planet bumi. Bumi berputar pada porosnya setiap 24 jam sekali, dengan kecepatan konstan kira-kira 1.600 kilometer per jam.

Namun, pada saat yang sama, bumi juga berevolusi mengelilingi matahari dalam suatu orbit statis setiap 365 hari sekali, dengan kecepatan 30 kilometer per detik. Pada setiap 365 hari itulah bumi kembali ke tempatnya semula.

Matahari pun sama. Ia melakukan rotasi pada porosnya sendiri setiap 25 hari sekali, dan pada saat yang sama ia berevolusi mengelilingi suatu titik statis dalam galaksi Bimasakti dalam suatu orbit statis setiap 250 juta tahun sekali, dengan kecepatan 250 kilometer per detik.

Komet Halley yang dilihat manusia setiap hari, sejak Allah menciptakan langit dan bumi, ia terus bergerak dalam suatu orbit tanpa pernah melenceng walau hanya seujung kuku dari orbit itu. Titik terdekat dengan bumi yang pernah ia lalui berjarak 300 juta kilometer.

Ia memiliki ekor yang panjangnya mencapai 93 juta kilometer. Manusia khawatir kalau-kalau komet Halley bergerak lurus sehingga menabrak bumi, sementara ayat Alquran yang mulia mengatakan, "Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak bergeser." (Fathir: 41).

Sesungguhnya, keberadaan komet di orbitnya selama jutaan tahun, bumi di orbitnya selama jutaan tahun, dan matahari di orbitnya selama jutaan tahun, merupakan suatu bukti nyata akan kebenaran Alquran, di mana ia mengatakan, "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin:40).

Demikian pula terdapat 10 planet, di antaranya Bumi, Venus, Jupiter, Saturnus, dan Merkurius, yang semuanya berevolusi mengelilingi matahari pada orbit yang statis dan dengan kecepatan konstan. Planet-planet itu berjalan dan kembali lagi ke tempatnya semula pada suatu siklus waktu tertentu secara konstan.

Setiap orbit berbeda dari orbit yang lain sehingga tidak terjadi tabrakan di antara planet-planet yang berada di dalam sistem tata surya. Tata surya secara keseluruhan juga tunduk pada suatu orbit statis. Ia pun berevolusi mengelilingi suatu titik statis yang terdapat di dalam galaksi Bimasakti. Satu siklus revolusi tata surya membutuhkan 250 juta tahun, dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Hal yang lebih mengagumkan dari semua itu dengan segala kerumitan yang ada pada sistem orbit-orbit tersebut, bahwa galaksi Bimasakti beserta seluruh bintang-bintang yang ada di dalamnya juga berotasi pada porosnya setiap 250 juta tahun sekali dan pada saat yang sama juga tunduk pada suatu orbit statis di alam semesta. Bimasakti berevolusi pada orbit itu dengan kecepatan 400 ribu kilometer per detik.

Anehnya, galaksi Bimasakti hanyalah galaksi dengan ukuran medium jika dibandingkan dengan galaksi-galaksi lain. Ia memuat lebih dari 100 miliar bintang. Semua bintang itu berotasi pada porosnya dan pada saat yang sama berevolusi pada orbitnya dan juga bergerak bersama pergerakan galaksi yang menjadi induknya.

Walaupun terdapat aneka kerumitan dalam proses revolusi benda-benda angkasa, Allah tetap menegaskan di dalam ayat-ayat suci-Nya bahwa matahari tidak akan menabrak bulan dan begitu pula planet-planet tidak akan menabrak planet-planet yang lain.

Sebab setiap benda angkasa bergerak pada suatu orbit statis yang berbeda dari orbit benda yang lain. Dengan demikian, astronomi modern selaras dengan ayat-ayat Alquran bahwa semua benda angkasa bergerak dalam garis edarnya masing-masing.

Sesungguhnya, yang kami bicarakan di atas—tentang segala kerumitan dalam proses rotasi benda-benda angkasa pada poros-nya dan proses revolusinya pada suatu orbit statis tanpa menyimpang sedikit pun darinya -hanyalah tentang sebuah galaksi, yaitu galaksi Bimasakti. Bagaimana jika itu menyangkut semua galaksi yang ada di alam semesta, yang oleh para ahli diperkirakan berjumlah lebih 1 triliun galaksi? Dan, walaupun terdapat berbagai kerumitan tersebut, ternyata kita merasakan bahwa bumi diam tidak bergerak.

Dengan demikian, kita bisa tegaskan bahwa sesungguhnya akal manusia tidak bisa mengukur, walaupun hanya sedikit, sejauh mana kekuasaan Allah-Pencipta langit dan alam semesta. Pengetahuan ini dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement