Gus Muwafiq sempat menjadi sorotan berhari-hari akibat ceramahnya soal masa kecil Nabi Muhammad. Padahal ia sudah meminta maaf kepada publik atas ceramahnya yang dinilai kurang menghormati Nabi tersebut.
Sebuah kelompok garis keras juga melaporkan Gus Muwafiq ke polisi gara-gara ceramahnya soal masa kecil Nabi Muhammad tersebut. Akibatnya, di Solo sempat terjadi aksi penolakan Gus Muwafiq saat akan mengisi pengajian.

Habib Abdullah Ridho bin Yahya mengatakan, Gus Muwafiq sejatinya sudah meminta maaf. Maka sebagai umat Islam seharusnya memberi maaf, karena itu perbuatan yang sangat mulia.
“Nah, sekarang muncul pertanyaan sekarang. Pertanyaannya adalah, ini orang sang kiai ini (Gus Muwafiq, red.), juga orang yang beliau punya nama. Dan beliau sudah meminta maaf. Apa tindakan kita? Maka sebagai umat Nabi Muhammad, maka memberi maaf itu adalah perbuatan yang mulia. Sangat mulia,” ujar Habib Abdullah.
Habib Abdulllah memberikan pendapat tersebut sebab masih banyak yang menanyakan kepadanya mengenai tanggapan tentang hal yang menimpa Gus Muwafiq.
Menurutnya, Rasulullah memang seorang manusia, tapi bukan sembarang manusia, sehingga apa yang dilontarkan oleh Gus Muwafiq bukan untuk merujuk kepada manusia biasa.
“Maka, saya akan merujuk ke firman Allah dari tersebut. Nah jadi saya ingin menyampaikan kepada kita semuanya bahwa apabila seseorang itu dia menyamakan seseorang manusia dengan Rasulullah SAW maka dia tidak dibolehkan manusia disamakan dengan baginda Nabi besar Muhammad SAW. Itu tidak dibolehkan. Kenapa? Karena memang Rasulullah adalah basyaru lakal basyar. Bahwa beliau memang manusia, tapi bukan sembarang manusia. Itu manusia istimewa, baginda Nabi besar Muhammad SAW itu,” terang Habib Abdullah.
Seperti dilansir dari website Laduni, Habib Abdullah juga menjelaskan bahwa sesama umat Islam sebenarnya adalah bersaudara, sehingga tidak boleh saling mencaci dan menjatuhkan.
“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa, wa qunu ‘ibadallah ikhwanal muslim lahul muslim. Bahwa sesungguhnya hendaklah kalian itu menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara dan sesama umat Islam, kita ini adalah bersaudara,” jelasnya.
Jika sekarang masih ada yang membenci atau menjelekkan Gus Muwafiq, lanjut Habib Abdullah, padahal sudah meminta maaf, maka hal tersebut sangat bertentangan dengan Islam.
“Sekarang muncul pertanyaan kita, kalau kita masih kemudian membenci atau kemudian menjelekkan sang kiai tersebut, dikarenakan dia sudah meminta maaf, maka ini akan bertentangan dengan hadits ini tadi tersebut. Ini akan bertentangan dengan ayat Allah tersebut, ia mengatakan bahwa, kita diminta oleh Allah untuk memberi maaf, baginda Nabi juga menyampaikan untuk memberi maaf kepada siapa saja,” ujarnya.
“Dan kemudian saudara muslim, itu adalah saudaramu, sesama umat Islam itu saudara kita. Jangan sampai kemudian kita dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu. Saya sering menyampaikan, hati-hati. Ada yang ingin mengambil manfaat, celah, supaya Islam ini kemudian pecah belah. Hati-hati!” pesannya kepada umat Islam.
(Dyah Ratna Meta Novia)