nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sains dalam Alquran, Allah Menciptakan Langit Tanpa Tiang

Suherni, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 10:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 31 614 2147696 sains-dalam-alquran-allah-menciptakan-langit-tanpa-tiang-Xu9qsiZAcL.jpg Ilustrasi. Foto: Redorbit

SALAH satu bentuk zikir adalah merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di langit atau antariksa dan pada diri sendiri. Perenungan ini bertujuan untuk mengenal Allah dan memuliakan-Nya dengan sebenar-benarnya.

Allah berfirman, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring. Dan, mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, dan lindungilah kami dari azab neraka,'' (Ali Imran: 190-191).

Di antara tanda-tanda kebesaran Allah yang disebarkan-Nya di antariksa adalah gravitasi di antara planet-planet dan bintang-bintang.

Allah berfirman, "Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat.'' (Ar-Ra'd: 2).

Ungkapan taraunaha (kamu lihat) di antaranya mengandung pengertian bahwa Allah meninggikan langit dengan suatu tiang yang tidak bisa kamu lihat. Tiang tersebut adalah gaya gravitasi yang mengatur keteraturan seluruh alam semesta mulai dari atom hingga galaksi.

Misalnya, matahari. Ia menarik bumi dengan kekuatan gravitasi yang sangat besar sehingga bumi berlari mengitari matahari dalam orbit melingkar. Seandainya tidak ada tarikan matahari terhadap bumi, tentu bumi sudah keluar dari orbitnya yang melingkari matahari dan ia terdorong menuju angkasa raya yang tidak karuan, gelap, dan beku.

Dengan tergelincirnya bumi dari orbitnya, kehidupan di bumi pun punah karena suhu di angkasa raya (yang tak terjangkau matahari) mencapai minus 270 derajat, suatu suhu yang sangat dingin dan tidak ada satu atom pun yang bisa bergerak pada suhu itu.

Allah berfirman, "Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak bergeser (dari orbitnya)." (Fathir: 41).

Untuk mengetahui seberapa kuat tarikan gravitasi matahari terhadap bumi, kita bisa membuat asumsi bahwa daya gravitasi itu lenyap karena suatu sebab tertentu. Agar bumi tetap tertaut dengan matahari dan berputar mengelilinginya, kita harus mengikatkan bumi pada matahari dengan tali-tali yang terbuat dari baja-bahan tambang yang paling kuat dan paling kukuh untuk menahan tarikan.

Suatu tali baja dengan diameter 1 milimeter mampu menahan tarikan sebesar 100 kilogram. Dengan demikian, kita membutuhkan 1 triliun tali baja sepanjang 156 juta kilometer, dengan diameter masing-masing 5 meter.

Setiap satu tali baja tersebut mampu menahan tarikan lebih dari 1 juta ton. Maka, berapakah kekuatan tarikan atau daya gravitasi matahari terhadap bumi? Kekuatannya adalah 1 juta kali 1 triliun ton.

Lalu, jika kita ikatkan tali-tali itu ke permukaan bumi yang menghadap matahari, pasti kita akan terkejut karena di depan kita akan muncul hutan tali baja. Sebab, jarak di antara dua tali baja tersebut lebih kecil daripada besar tali-tali baja itu.

Hutan tersebut akan menghalangi masuknya sinar matahari dan mengganggu setiap gerak dan aktivitas makhluk bumi. Semua kekuatan yang sangat itu digunakan untuk mencegah agar pergerakan bumi tidak melenceng dari orbitnya yang mengelilingi matahari.

Sungguh benar firman-Nya, "Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat." (Ar-Rad: 2) dan "Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak bergeser (dari orbitnya).'' (Fathir: 41).

Demikian dikutiip dari Buku Pintar Sains Dalam Al-Quran, Mengerti Mukjizar Ilmiah Firman Allah, Halaman 414-416, karya Dr. Nadiah Thayyarah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini