DI balik kemeriahan acara Nikah Massal yang digelar Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut tahun baru 2020, terselip beberapa kisah menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Seperti kisah pasangan Rizki (21 tahun) dan Rovi (18 tahun), pasangan termuda di acara Nikah Massal ini mengaku berkenalan melalui media sosial.
"Awalnya di Facebook, biasalah cowok lebih agresif. Saya spontan chat Rovi, kenalan dulu sebulan. Akhirnya ketemuan. Waktu itu Rovi masih SMP, dan kita mulai berpacaran," beber Rizki.
Meski usia mereka masih terbilang sangat muda, namun Rizki dan Rovi memiliki komitmen yang sangat kuat untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
Keduanya pun memutuskan untuk menikah secara agama Islam, pada 2018 lalu. "Waktu itu memutuskan nikah karena sudah sama-sama yakin, sudah cocok," ucap Rizki.

Rizki (21 tahun) dan Rovi (18 tahun). Foto: Dimas Andhika Fikri/Okezone
Hasil nikah siri Rizki dengan Rovi, yakni telah dikaruniai seorang anak perempuan yang mereka beri nama Nur Azizah. "Rovi akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah untuk mengurus anak kami," tandas Rizki.

Endang dan Ilham Foto: Dimas Andhika Fikri/Okezone
Sementara itu kisah cinta berbeda diutarakan Endang dan Ilham di secala acara Nikah Massal Tahun Baru 2020 di Balai Kota DKI Jakarta. Pertemuan mereka berawal dari bertukar pesan di sosial media Facebook pada awal 2014 silam. Kala itu, Endang memberanikan diri untuk mengirimkan pesan singkat kepada Ilham, yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat.
"Awalnya ya iseng-iseng nge-chat, eh ternyata direspons. Setelah itu malah dia (Ilham) yang agresif menghubungi saya," ungkap Endang kepada Okezone di Halaman Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).
Setelah satu bulan menjalani proses penjajakan, keduanya memutuskan untuk berpacaran. Kisah asmara mereka juga sempat dihiasi momen-momen Long Distance Relationship (LDR), mengingat pada saat itu Ilham masih bekerja di Bandung.
Namun ketika hubungan mereka berjalan ke arah yang lebih serius, Ilham akhirnya memilih hijrah ke Jakarta. Setelah mendapatkan pekerjaan yang layak di suatu perusahaan swasta, Ilham pun memberanikan diri melamar Endang.
"Kurang lebih proses pacarannya lima tahun, dan alhamdulillah di akhir tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengadakan acara Nikah Massal, dan kebetulan lagi KTP DKI saya baru saja jadi. Pokoknya semua serba kebetulan, mungkin ini sudah jalannya Allah SWT," jelas Ilham.
Sekadar informasi, tahun ini peserta Nikah Massal tahun baru 2020 di Balai Kota DKI Jakarta mencapai 631 pasang, yang terdiri atas pernikahan baru sebanyak 141 pasang dan itsbat nikah sebanyak 490 pasang. Seluruh peserta Nikah Massal akan mendapatkan gratis biaya nikah atau biaya sidang itsbat, uang mahar senilai satu juta rupiah, dan bingkisan pernikahan.
Proses pendaftarannya pun terbilang sangat mudah dan sederhana. Sebagian besar peserta Nikah Massal mengaku mendapat informasi langsung dari kepala RT maupun pengurus kelurahan di tempat tinggal mereka masing-masing.
(Abu Sahma Pane)