nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Layakkah Panggilan Mesra Abi-Umi dalam Hubungan Suami-Istri?

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 07:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 330 2154071 layakkah-panggilan-mesra-abi-umi-dalam-hubungan-suami-istri-lhBI3uLmCg.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

DALAM kehidupan umat Islam, sebagian suami kerap memanggil istrinya umi, sedangan istri memanggil suaminya abi sebagai sapaan mesra. Lalu bagaimana sebenarnya panggilan yang baik kepada pasangan masing-masing menurut agama? 

Terdapat perbedaan pendapat mengenai panggilan mesra abi-umi. Dikutip dari buku Fiqih Cinta karya Abdul Aziz Ahmad, dalam satu riwayat Rasulullah SAW memanggil Aisyah dengan sebutan Hmnaz'm (Humairah) yang berarti: wanita kecil berpipi merah. Pada kesempatan lain, Rasulullah memanggil Aisyah dengan kependekan namanya: Aisy.

Suami-istri dapat saling menyapa pasangannya dengan panggilan yang ia suka, terutama nama kecilnya. Karena itulah Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan suami-istri untuk memanggil sesama mereka dengan panggilan ayah-ibu, papa-mama atau abi-umi.

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Panggilan-panggilan seperti itu hanya layak untuk tingkat anak-anak ke bawah terhadap orangtua masing-masing. Sedangkan antara suami-istri sebaiknya memanggil nama masing-masing yang disukai.

Nampaknya hanya budaya negara-negara melayu saja yang menggunakan panggilan formil sepérti itu. Sedangkan di negara-negara Arab dan Barat, mereka memanggil pasangannya dengan nama mereka masing-masing. Tidak perlu nama lengkap, tapi nama yang dapat membuat hatinya dekat dan cintanya tergugah.

Sementara menurut Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur Ustadz Asroni Al Paroya, panggilan apapun kepada suami-istri asal dengan tujuan baik adalah sah-sah saja.

"Ya kalau menurut saya sih bagus-bagus saja, kalau misalkan tujuan itu untuk keharmonisan dalam rumah tangga, bentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah," katanya saat dihubungi Okezone, kemarin.

Asroni melanjutkan, terkait dengan perbedaan pendapat, seperti yang tertulis dalam buku di atas tetaplah untuk saling menghargai. Hal ini hanya sekadar perbedaan pandangan atau prinsip masing-masing pasangan.

"Jika ada yang berpendapat seperti itu, ya kita tetap hargai, mungkin saja di satu tempat tidak cocok namun panggilan umi abi ditempat lain cocok," katanya.

Selain itu, masih banyak bentuk dan tindakan kasih sayang Rasulullah kepada istrinya, yaitu dua di antaranya saling memberikan hadiah dan bersikap lemah lembut terhadap pasangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini