Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sains dalam Alquran, Selasih yang Ringan dan Harum

Suherni , Jurnalis-Jum'at, 24 Januari 2020 |07:13 WIB
Sains dalam Alquran, Selasih yang Ringan dan Harum
Ilustrasi. Foto: Boldsky
A
A
A

Di Italia dan Yunani daun selasih dimasak. Di Eropa, daun selasih digunakan sebagai penyedap masakan agar menghasilkan makanan dengan citarasa yang lezat. Adapun bubuk selasih kering ditambahkan ke dalam sup, salad, dan lainnya.

Di dalam tafsirnya, Al-Qurthubi mengatakan, semua tumbuhan atau sayuran yang beraroma harum disebut ar-rayhan atau selasih. Kata "ar-rayhan" telah disebutkan dalam beberapa hadis nabi dengan arti tumbuhan yang baunya harum dan wangi untuk pernapasan.

Seperti dalam hadis, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran seperti buah limau, harum baunya dan enak rasanya, dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alqran seperti kurma, tidak harum dan rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Alquran seperti selasih, harum baunya dan rasanya pahit, sedangkan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Alquran seperti buah hanzal, tidak harum dan rasanya pahit." (HR. Muslim).

Demikian dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, karya Dr. Nadiah Thayyarah halaman 845-846

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement