Ingin Meraih Rahmat Allah, Ini Tipsnya

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 12 616 2167344 ingin-meraih-rahmat-allah-ini-tipsnya-PecIIK4dOH.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

SETIAP Muslim pasti ingin mendapat atau meraih rahmat Allah SWT. Rahmat itu sendiri tidak akan didapat jika tidak memiliki pondasi iman yang kuat.

Pondasi iman yang dimaksud adalah berbagai amal saleh yang tentu disukai oleh Ilahi. Selain itu, untuk mendapatkan rahmat Allah, ada baiknya Anda mengikuti tips berikut.

Tipsnya adalah berkumpul dengan orang yang sering mengingat Allah. Yang demikian merupakan mutiara indah seperti tertulis dalam kitab Az Zuhud karya Imam Ahmad bin Hanbal. Pesan Lukman Hakim kepada anaknya yang tertulis sebagai berikut:

اختر المجالس على عينك فإذا رأيت المجلس بذكرالله عز وجل فاجلس معهم فإنك إن تك عالما ينفعك علمك وإن تك غيبا يعلموك وإن يطلع الله عليهم برحمة تصيبك معهم

“Pilihlah majelis perkumpulanmu sesuai seleramu. Apabila kau menemukan orang-orang yang duduk mengingat Allah, duduklah bersama mereka. Jika kau berilmu, ilmumu akan bermanfaat. Jika kau orang bodoh, mereka akan mengajarimu. Kalau Allah merahmati mereka, kau juga mendapatkan percikan rahmat-Nya.”

Berkawan dan berkumpul dengan orang yang sering mengingat Allah menyebabkan kita mendapatkan percikan rahmat Allah. Mengapa demikian? Karena Allah tentu akan merahmati orang-orang yang selalu mengingat dan menyertakan Allah dalam setiap waktunya. Jika berkawan dan berkumpul dengan tipikal orang yang demikian baiknya, secara tidak langung percikan rahmat Allah melalui orang tersebut akan didapat.

Di sinilah seorang teman memiliki pengaruh untuk menguatkan iman dan terus dalam ladang ketaatan. Karena jika salah atau bodoh, ia akan mengajari dan mengajak kembali kepada kebaikan.

Begitupun sebaliknya untuk yang sering berkumpul dengan sosok orang yang sering lalai kepada-Nya, maka akan merugi karena ikutan lalai jika tidak memiliki benteng diri.

Pemaparan di atas juga seirama dengan apa yang diriwayatkan dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari)

Demikian ditulis Silmi Adawiyah, alumni Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang, sebagaimana dikutip dari laman resmi Lirboyo pada Rabu (12/2/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini