nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tentara AS Kini Dibolehkan Berhijab, Berjenggot dan Memakai Turban

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 14:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 14 614 2168426 tentara-as-kini-dibolehkan-berhijab-berjenggot-dan-memakai-turban-AJP0JRXRsW.jpg Foto: dailymail

ANGKATAN Udara Amerika Serikat kini ini telah memperbolehkan para prajuritnya mengenakan hijab, turban, ataupun memelihara jenggot. Peraturan baru ini merupakan sebuah kabar gembira bagi tentara pria, perempuan muslim dan pria Sikh di Amerika Serikat.

Dalam peraturan baru yang dikeluarkan beberapa waktu lalu oleh sekretaris Angkatan Udara Amerika Serikat, anggotanya diperbolehkan mengenakan hijab, memakai turban, ataupun memelihara jenggot namun tetap memperhatikan kerapian dan konservatif.

Sebelumnya, Angkatan Udara Amerika Serikat telah mengabulkan sejumlah peraturan untuk urusan agama berdasarkan kasus per kasus. Seperti pada 2018 lalu, ketika Sersan Abdul Rahman Gaitan menjadi anggota muslim pertama yang diperbolehkan memelihara jenggot karena urusan agama.

Tahun lalu, anggota Harpreetinder Singh Bajwa, seorang praktisi Sikh dan kepala kru di Pangkalan Angkatan Udara McChord, menjadi anggota angkatan udara pertama yang mendapat pengecualian untuk mengenakan sorban saat bertugas.

ist

Prajurit lainnya yaitu Kapten Maysaa Ouza, dari Korps Jenderal Hakim Udara pertama yang mengenakan jilbab. Dia juga tampil dalam film dokumenter pendek NBC tahun lalu.

Sesuai aturan baru yang telah ditetapkan, turban dan jilbab harus dalam warna yang lembut yang senada dengan warna seragam saat bertugas. Setiap tentara wanita yang beragama Islam dibolehkan untuk mengenakan jilbab polos, untuk jilbab yang memiliki motif juga dibolehkan, namun motifnya harus sama dengan seragam yang dikenakan.

"Saya bersyukur mendengar perubahan kebijakan ini, karena mengkodifikasikan secara tertulis apa yang sudah saya ketahui. Angkatan Udara AS menghargai layanan dan kontribusi minoritas agama seperti saya," ujar Airman 1st Class Gurchetan Singh dilansir dailymail, beberapa waktu lalu.

Sementara bagi para prajurit yang memakai jenggot, memiliki ketentuan panjang yang tidak melebihi 2 inchi dari bawah dagu. Kumis harus dipangkas agar tidak menutupi bibir atas.

"Akomodasi, bagaimanapun, bukan tentang perlakuan khusus tetapi memastikan bahwa Sikh taat beragama dan orang lain tidak harus memilih antara tetap setia pada keyakinan kita dan melayani negara kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini