nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

14 Februari, Hari Kasih Sayang untuk Fathimah Az Zahra

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 13:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 15 614 2168870 14-februari-hari-kasih-sayang-untuk-fathimah-az-zahra-gZ2satndf9.jpg Kisah Fathimah Az Zahra (Foto: Istock)

Selama ini 14 Februari selalu identik dengan Hari Valentine. Hari di mana banyak orang merayakan kasih sayang. Padahal sejatinya Rasulullah mengajarkan umat Islam menebar kasih sayang setiap hari.

Berbuat baik dan penuh kasih sayang hendaknya tak hanya dilakukan pada Hari Valentine saja. Nyatanya pada hari tersebut juga terdapat peringatan kasih sayang lainnya, yaitu lahirnya Sayyidah Fathimah Az Zahra, putri tercinta Rasulullah SAW.

 Kisah Nabi

Hari kelahiran Fathimah Az Zahra tepatnya pada 20 Jumadil akhir, kurang lebih lima tahun sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasulullah.

“Apabila wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW pada tahun 610 Masehi, maka Fathimah Az-Zahra lahir pada 615 M,” ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Menurutnya, sebaiknya umat Islam pada hari Valentine jangan terlalu larut dalam suasana, seperti ikut merayakannya. Lebih berfaedah umat Islam melakukan berbagai amal saleh, khususnya mengingat kelahiran Rasulullah dengan memperbanyak membaca salawat.

Allah SWT berfirman,

تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” (QS Al Baqarah: 42).

“Enggak usah ikut-ikutan, kasih sayang tidak harus tanggal 14 Februari. Kapan pun, setiap saat pun bisa tujuannya adalah berbagai kasih sayang untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Beramal saleh seperti berbagi, saling menolong dalam kebaikan, sedekah dan berinfak di jalan Allah, menolong saudara kita mengasihi dengan saling berwasiat kebaikan dan kebenaran adalah cara merayakan kasih sayang,” terangnya.

Sementara itu dikutip dari buku Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam ditulis oleh Bassam Muhammad Hamami, Fathimah Az Zahra adalah salah seorang perempuan ahli ibadah yang suci, pilihan orang-orang bertakwa.

Ia adalah sang putri yang sangat mirip dengan Rasulullah dan paling melekat di hati Nabi Muhammad. Ahli Bait yang paling awal menyusul setelah kepergian ayahnya.

Fathimah Az Zahra adalah wanita yang tak tertarik kepada dunia dengan segala perhiasannya. Ia sangat memahami akan keburukan dan bahaya dunia yang tersembunyi.

Rasulullah SAW pernah bertanya kepadanya, ”Wahai Putriku, tidakkah engkau ridha untuk menjadi junjungan perempuan di seluruh alam?”

Kemudian Fathimah berkata, ”Wahai ayah, lantas di manakah (kedudukan) Maryam binti Imran?”

Rasulullah menjawab, ”Ia adalah junjungan perempuan di alamnya dan engkau adalah junjungan perempuan di alammu. Demi Allah, aku telah menikahkanmu dengan seorang junjungan, baik di dunia maupun di akhirat.”

Sebab akhlaknya yang sangat mulia, pantas saja Fathimah menjadi junjungan perempuan di seluruh alam. Ia adalah putri keempat dari Rasulullah. Ibunya adalah Ummul Mukminin Khadijah al-Kubra binti Khuwailid R.A.

Sayyidah Fathimah az-Zahra terlahir ketika Rasulullah genap berumur 35 tahun. Allah menakdirkan bahwa Fathimah az Zahra menjadi junjungan perempuan seluruh alam.

Allah menakdirkan bahwa kelahiran Fathimah az Zahra bertepatan dengan tahun-tahun menjelang pengangkatan Muhammad sebagai Rasulullah. Sang ayah sangat bahagia dengan kelahiran sang putri dan melihatnya sebagai kebaikan untuknya.

Nabi Muhammad melihat berkah dan anugerah dalam diri sang putri. Oleh karena itu, ia memberinya nama Fathimah dengan julukan Az Zahra (yang selalu berseri).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini