Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi Menggantikan Makhluk Sebelum Nabi Adam

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 17 Februari 2020 |15:45 WIB
Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi Menggantikan Makhluk Sebelum Nabi Adam
Manusia menjadi khalifah (Foto: Unsplash)
A
A
A

Allah menjadikan manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Kata khalifah berasal dari tiga huruf yaitu kha’, lam dan fa’ yang artinya berkisar pada makna sesuatu yang berada di belakang dari sesuatu yang lain.

Lalu muncullah sebutan khalifah pada masa kepemimpinan Islam. Terdapat khalifah Abu Bakar, khalifah Umar Bin Khattab, khalifah Ustman Bin Affan dan khalifah Ali Bin Abi Thalib.

Ketua Pimpinan Cabang JQH NU Kota Depok, Imam Nafi Junaidi mengatakan, empat sahabat pengganti Nabi Muhammad SAW juga disebut Khulafa’ Rasyidin (pengganti kepemimpinan Nabi). Bentuk jamak dari khalifah adalah khalaif, sementara kata khulafa’ adalah bentuk jamak dari khalif. Tambahan huruf ta’ nist pada kata khalifah dimaksudkan sebagai penguatan makna atau istilah gramatikal arabnya adalah mubalaghah.

 Khalifah di era modern

Manusia ditugaskan oleh Allah di muka bumi ini untuk menjadi khalifah. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran,

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?”

Allah berfirman,

“Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Manusia diberikan potensi kepemimpinan yang luar biasa. Diberikan akal pikiran sehingga mampu memanfaatkan sumber daya alam dan menciptakan sebuah peradaban.

Allah Maha Mengetahui, maka Allah mengangkat manusia sebagai khalifah di bumi.

Imam Nafi menjelaskan, soal makna khalifah dalam Alquran, terdapat sejumlah pendapat ulama yang menjelaskan tentang siapa yang digantikan oleh manusia.

Ada ulama berpendapat bahwa manusia menggantikan makhluk sebelum Nabi Adam yang bernama “Al-Hinn”, “Al-Binn” atau “Ar-Rimm” atau “At-Thimm. Makhluk itu hidup sebelum Nabi Adam dan membuat kerusakan di muka bumi sehingga diusir oleh Allah dan dibinasakan.

Sebagaimana yang dipaparkan oleh Ibn Katsir dan Muhammad Abduh dalam tafsirnya. Manusia di dunia menggantikan manusia sebelumnya, inilah yang bisa dipahami dari kata khalaifa al-ardh.

Kaum-kaum terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan lain-lainnya mereka digantikan kaum setelahnya (al-a’raf:69).

Selanjutnya, ujar Imam Nafi, makna khalifah berarti menggantikan Allah dalam melaksanakan titah-Nya untuk sekalian makhluk-Nya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement