nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Wali Allah yang Dikisahkan Salat di Atas Air

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 01 Maret 2020 09:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 29 614 2176104 mengenal-wali-allah-yang-dikisahkan-salat-di-atas-air-tVzMiZC6E7.jpg Ilustrasi kapal di tengah badai (Foto: Wallpaper Flare)

Suatu ketika ada sebuah kapal yang penuh dengan muatan harta benda dan 200 orang penumpang termasuk para pedagang yang datang dari sebuah pelabuhan di Mesir. Ketika kapal itu berada di tengah lautan tiba-tiba petir menyambar, kapal mereka terombang-ambing di atas air lautan yang luas dan hampir tenggelam.

Berbagai usaha dilakukan untuk menghindari pukulan gelombang air yang diterpa angin besar. Namun semua usaha mereka sia-sia belaka. Semua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan takut tenggelam.

 badai di laut

Dari antara para penumpang yang cemas itu, ada seorang pria salah yang tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berdzikir kepada Allah.

Kemudian laki-laki itu turun dari kapal yang sedang terombang-ambing dan berjalan di atas air dan mengerjakan salat di atas air.

Melihat laki-laki yang berjalan di atas air tersebut maka beberapa orang peniaga yang bersama-sama dalam kapal itu berkata, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!”

Namun laki-laki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para penumpang kapal itu memanggil lagi, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!”

Pada kali yang kedua ini laki-laki itu menoleh ke arah orang-orang yang memanggilnya dengan berkata, “Ada apa wahai tuan-tuan?”

Seolah-olah laki-laki itu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Beberapa pedagang berkata, “Wahai wali Allah, tidakkah tuan menganggap masalah besar tentang kapal yang hampir tenggelam ini?”

Wali Allah itu berkata, “Dekatkan dirimu kepada Allah.”

Para penumpang itu berkata, “Wahai wali Allah apa yang harus kami lakukan?”

Wali Allah itu berkata, “Tinggalkan semua harta kalian niscaya jiwa kalian akan selamat.”

Para penumpang berkata, “Wahai wali Allah, kami siap meninggalkan semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat.”

Wali Allah itu berkata lagi, “Turunlah kalian semua ke atas air dengan membaca bismillah.”

Maka sambil membaca bismillah satu persatu mereka turun ke atas air dan berjalan menghampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berdzikir. Tidak berapa lama kemudian maka kapal yang menanggung muatan seharga ratusan juta itu pun tenggelam ke dasar laut.

Dengan demikian maka habislah semua harta benda perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Semua penumpang jadi bingung dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, lalu mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.

Salah seorang dari para pedagang itu bertanya kepada wali Allah, “Wahai wali Allah siapakah sesungguhnya tuan ini?”

Wali Allah itu menjawab, “Saya ialah Uwais Al Qarni."

Pedagang itu berkata lagi, “Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta yang dikirim oleh seorang jutawan Mesir untuk fakir-miskin di Madinah.”

Wali Allah berkata, “Sekiranya Allah mengembalikan semua harta kalian, adakah kalian betul-betul akan membagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?”

Pedagang itu berkata, “Betul tuan, kami tidak akan menipu wahai wali Allah.”

Setelah wali itu mendengar pengakuan dari para pedagang itu, maka dia pun mengerjakan salat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah agar kapal itu ditimbulkan kembali sekalian dengan harta-harta dan segala muatan yang ada didalamnya.

Tidak berapa lama kemudian kapal itu terangkat sedikit demi sedikit sehingga terapung kembali di atas air. Semua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti semula tiada yang kurang suatu apapun.

Setelah itu maka semua penumpang kembali naik ke atas kapal dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju.

Seperti dilansir dari website Laduni.id, ketika sampai di Kota Madinah maka pedagang yang telah berjanji dengan wali Allah itu tadi terus menunaikan janjinya dengan membagi-bagikan harta kepada fakir miskin Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal.

Uwais رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ adalah tabi’in yang paling utama berdasarkan nash dalam riwayat lainnya, dari ‘Umar bin Al Khattab رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْ

“Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih). Perintahkanlah padanya untuk meminta ampun untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2542).

Ini secara tegas menunjukkan bahwa Uwais رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ adalah tabi’in yang terbaik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini