Bacaan tersebut bersumber dari hadist Nabi Muhammad SAW, Nabi bersabda,
“Siapa yang membaca,
بِاسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Maka tidak akan ada yang memberinya kemudharatan.” (HR. Ahmad).
Masih banyak lagi amalan rutin berupa bacaan untuk perlindungan dalam berbagai tarekat mu’tabarah, termasuk seperti tersebut di atas.
Bacaan yang disusun oleh ulama sufi tersebut amat beragam. Ada yang berasal dari Alquran, sunah maupun redaksi dari para ulama sufi yang maknanya tentu tidak bertentangan dengan Alquran dan Sunah.
(Dyah Ratna Meta Novia)