Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masjidil Haram Tetap Ramai meski Diterpa Isu Korona, Ini Buktinya

Novie Fauziah , Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2020 |16:15 WIB
Masjidil Haram Tetap Ramai meski Diterpa Isu Korona, Ini Buktinya
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

TERHITUNG 27 Februari 2020 Pemerintah Arab Saudi melarang negara-negara suspect virus Korona (COVID-19), termasuk Indonesia untuk memberangkatkan jamaah umrah. Aturan tersebut diberlakukan untuk sementara.

Paska larangan pemberangkatan jamaah umrah, Tanah Suci ternyata masih ramai dan ritual keagamaan berjalan seperti biasa. Hal ini disampaikan langsung oleh Pembina Umrah dan Haji dari Al Malik Travel Umrah, Ustadz M Najmi Fathoni yang sedang berada di sana.

“Di Masjid Nabawi ibadah seperti biasa, tidak ada pemeriksaan khusus di pintu-pintunya. Begitu juga di Masjidil Haram ibadah seperti biasa, normal, khusyuk wal khudu. Tidak ada pemeriksaan petugas di pintu masuk untuk checking itu tidak ada,” katanya kepada Okezone, Selasa (3/3/2020).

Ustadz Najmi menuturkan meski isu mewabahnya COVID-19 menyebar ke seluruh dunia, situasi dan kondisi di Tanah Suci normal, salat berjamaah hingga tawaf berjalan seperti biasa.

“Iya betul, tidak benar-benar sepi karena bagi penduduk sekitar masih bisa melakukan tawaf seperti itu, hanya berkurang saja. Tapi mungkin nanti kami akan lihat tanggal 4 atau 5 Maret 2020, minggu depan ya, kita sama-sama berpikir positif saja,” ujarnya.

Sementara itu jamaah umrah asal Ponpes Al Masthuriyah, Sukabumi, Jawa Barat, Vera Fachriyah menuturkan, isu sepinya Tanah Suci akibat COVID-19 adalah tidak benar. Ia menunjukan bukti tersebut dengan video yang diunggah di akun facebook miliknya pada Selasa (3/3/2020).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement