Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Minyak Wangi yang Membawa Tobatnya Bisyr bin Haris

Novie Fauziah , Jurnalis-Sabtu, 14 Maret 2020 |06:03 WIB
Kisah Minyak Wangi yang Membawa Tobatnya Bisyr bin Haris
Minyak wangi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Suatu ketika ada seorang hamba Allah bernama Bisyr bin Haris. Ia lebih dikenal dengan julukan Bisyr al-Hâfy artinya orang yang bertelanjang kaki.

Saat sedang berjalan-jalan, Bisyr bin Haris mendapatkan secarik kertas tergeletak di atas tanah. Lalu ia pun mengambil kertas tersebut, rupanya di kertas itu tertulis lafal basmalah.

Tanpa berpikir, Bisyr langsung mengambil kertas itu. Lalu ia mengusap dan membersihkan kertas tersebut, dan menyimpannya di dalam jubahnya.

Kemudian ia bergegas pergi menuju sebuah toko. Hari itu Bisyr sejatinya hanya punya uang dua dirham. Tak ada sepeserpun uang lain yang beliau pegang kala itu.

Namun uang terakhirnya malah ia belikan minyak wangi. Kertas bertuliskan basmalah yang ia temukan tadi diusapi dengan minyak wangi itu.

 bertobat

Tiba-tiba pada malam harinya ketika ia tidur, ia bermimpi, seperti ada yang berkata memanggil, “Wahai Bisyr bin Haris, kau angkat ‘nama-Ku’ dari tengah jalan, dan kau harumkan. Maka Aku harumkan namamu di dunia dan akhirat.”

Demikian suara tersebut menggugah malam Bisyr. Rupanya mimpi itu semacam isyarat akan datangnya masa depan, mimpi-mimpi yang dialami orang-orang terdekat-Nya.

Kisah pertobatan Bisyr ini bermula dari minyak wangi, hingga ia suatu ketika menggelar pesta. Para sahabat dan kawan karib turut diundang memeriahkan pesta tersebut. Semua larut dalam hiruk pikuk.

Tepat saat itu juga seorang lelaki saleh melewati kediaman Bisyr. Suara gegap gempita dan gelak tawa menunjukkan meriahnya pesta.

Lelaki saleh itu menyempatkan mampir dan mengetuk pintu. Seorang budak wanita pelayan Bisyr datang membukakan pintu, tanpa basa-basi, lelaki saleh tersebut langsung berkata, “Pemilik rumah ini apakah merdeka atau budak?”

“Tentu saja ia orang merdeka,” kata sang budak.

Lelaki saleh tersebut lantas menimpali, “Kau memang benar, andaikan saja dia budak, pastinya dia akan menjalankan etika seorang ‘hamba’. Lalu meninggalkan bermain-main dan bersenang-senang.”

Setelah ia si lelaki saleh langsung pamit.

Tak sengaja percakapan kedua orang tersebut sempat diketahui samar-samar oleh Bisyr. Lalu ia mengejar lelaki saleh itu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement