Masjid, musala, dan aula keagamaan akan ditutup selama sepekan mulai dari Salat Subuh hingga Salat Isya pada 23 Maret.
Keputusan menutup masjid, musala dan tempat ibadah lainnya merupakan keputusan dari pertemuan Brunei Islamic Religious Council (MUIB) yang membahas Fatwa Mufti Negara guna mencegah penyebaran COVID-19.
Penutupan masjid an musala ini diumumkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Pehin Udana Khatib Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Badaruddin bin Pengarah Dato Paduka Haji Awang Othman kemarin.
The minister told the media, “With the consent of His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien, Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei Darussalam, the MUIB in accordance with the advice from the Ministry of Health and based on the Syarak law pertaining to the Fatwa, mosques, suraus and religious halls will be closed for one week.
Menteri Agama Pehin Udana Khatib Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang mengatakan, dengan persetujuan Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah, MUIB sesuai dengan saran dari Departemen Kesehatan dan berdasarkan pada hukum syariah yang berkaitan dengan fatwa, maka masjid, musala, dan tempat ibadah ditutup selama satu minggu.
"Sebelum periode penutupan berakhir, MUIB akan menilai situasi terkait wabah COVID-19 ini," katanya.
Menurut Menteri Agama Pehin Udana Khatib Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang, penutupan masjid dan musala dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwalnya. Penutupan ini dilakukan untuk proses sterilisasi agar tak terkena infeksi COVID-19.
Dalam penutupan ini, maka Salat Jumat akan ditangguhkan selama periode tersebut. "Namun azan masih akan terdengar di masjid-masjid."