Pentingnya Mengikuti Fatwa Ulama dalam Pencegahan Penyebaran COVID-19

Senin 23 Maret 2020 04:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 22 614 2187345 pentingnya-mengikuti-fatwa-ulama-dalam-pencegahan-penyebaran-covid-19-mjRQx6Uvox.jpg Virus Corona (Foto: Pixabay)

Dalam menghadapi bencana wabah virus corona (COVID-19), banyak orang yang masih mementingkan egonya dengan mengatakan, mereka tak takut corona, mengaku hanya takut kepada Allah SWT.

"Saya tak takut Corona (COVID-19), hanya takut Allah". Kalimat ini kelihatannya benar dan menggambarkan keimanan mereka yang tinggi, tapi sebenarnya "sarat akan paham Jabariyyah" dalam kajian Aqidah.

 sterilisasi Masjidil Haram

Lalu bagaimana dengan keimanan Baginda Nabi yang mengatakan "larilah engkau dari lepra sebagaimana larinya engkau dari singa" (HR. Bukhari). Apakah mereka lebih tinggi keimanannya dari keimanan Baginda Rasulullah?

"Tak mungkin Allah turunkan wabah kepada orang-orang saleh." Kalimat ini tampak seperti benar, tapi ada kerancuan.

Kalau diyakini bahwa wabah hanya akan mengenai orang kafir atu ahli maksiat, lalu bagaimana dengan sahabat mulia Muadz bin Jabal yang wafat karena wabah penyakit saat itu? Apakah keimanan beliau lebih rendah dari keimanan mereka yang mengatakan kalimat di atas?.

"Tapi mesjid ini adalah rumah Allah, tak mungkin Allah turunkan wabah di rumah-Nya, maka fatwa para ulama itu keliru." Ini pun tampak manis didengar, tapi bagaimana dengan sabda Baginda, "Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat." (HR. al-Bukhari). Hadits ini bersifat umum, di semua tempat.

"Tapi tampaknya di wilayah kita aman-aman saja," semoga kalimat ini benar sesuai fakta. Tapi ahli virus mengatakan bahwa Corona adalah wabah dengan sifatnya yang mudah tersebar dengan inkubasi yg cukup panjang, sehingga orang yang terpapar baru akan ketahuan setelah 14 hari-an.

Ustadz Shohib Khoiri mengatakan, fenomena kalimat- kalimat di atas merupakan bentuk bagaimana otoritas keilmuan tak lagi dihargai, baik ilmu agama maupun sains, dan ironisnya hal itu dilakukan dengan 'bungkusan agama'.

Padahal Allah berfirman: "Tanyakanlah kepada ahli ilmu apabila engkau tak mengetahui."

Tak mungkin para ulama berfatwa tanpa pemahaman agama yang kuat. Mesir, Saudi Arabia, Kuwait, di antara negara-negara yang lebih dahulu mengeluarkan fatwa berkaitan dengan ibadah Salat Jumat selama wabah corona berlangsung.

Para ulama itu berfatwa dengan ilmu, ratusan hadits mereka hafal. Tak perlu ditanya mengenai hafalan Alquran mereka, jangankan ulama, disana orang 'biasa' hafal Alquran bukan hal 'luar biasa'.

Para ulama sangat paham bagaimana "himayatun nafs" yang merupakan salah satu "maqashid" syariah. Malu kita kalo bandingkan ilmu kita dengan mereka.

Jangankan 30 juz, juz 30 saja mungkin kita tak hafal. Jangankan hafal ratusan hadits, hadit "innamal a'malu binniyyat ... " saja mungkin kita tak hafal. Begitu juga dengan para ulama di MUI yang tak diragukan keilmuannya

Atau masih ada yang mengatakan, "Kita tidak mengikuti ulama, tapi kita mengikuti Quran dan sunah". Kalimat ini pun sangat manis, tapi apakah para ulama itu tidak mengikuti Quran dan sunah?. Siapa yang lebih paham dengan Quran dan sunah? kita ataukah para ulama itu yang jelas sanad keilmuannya?

Oleh karena itu, alangkah pentingnya mengikuti fatwa ulama seperti menangguhkan Salat Jumat yang diganti dengan Salat Dzuhur, serta tak mengadakan tabligh akbar guna mencegah penyebaran COVID-19 melalui social distancing.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seperti dilansir dari website Laduni.id, para ulama berfatwa berlandaskan pada pengetahuan mendalam mereka terhadap agama setelah mendengarkan ahli virus corona. Maka merendahkan fatwa mereka dapat dimaknai penegasian terhadap otoritas keilmuan agama dan sains sekaligus.

Perlu diingat, Baginda Nabi pernah bersabda,

إذا وسد الأمر الی غیر اهله فانتظر الساعة

Jika suatu perkara diserahkan kepada bukan ahlinya, nantikanlah kebinasaan yang akan datang.

عصمنا الله و إیاکم بطاعته ..

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya