Masjid-masjid di Singapura akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut di tengah risiko tinggi penularan COVID-19 di masyarakat. Hal ini diumumkan oleh Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) pada Selasa (24/3/2020).
"Karena risiko COVID-19 bagi masyarakat tetap tinggi, MUIS merekomendasikan kelanjutan penutupan masjid-masjid dan penangguhan Salat Jumat hingga pemberitahuan lebih lanjut, sampai situasinya membaik," kata MUIS dalam sebuah pernyataan.

Ketua MUIS Mufti Nazirudin Mohd Nasir dan ulama selama ini memberikan fatwa keagamaan tentang masalah-masalah Islam yang penting di Singapura.
Sedangkan untuk Salat Jumat berjamaah, MUIS meminta pria muslim yang sedang sakit untuk tidak menghadiri Salat Jumat demi keselamatan dirinya dan jamaah lainnya di tengah wabah COVID-19.
"Sejatinya tak ada masalah kehilangan tiga Salat Jumat berturut-turut, karena memang Salat Jumat tidak wajib dalam keadaan ini," tambah MUIS.
Menteri Urusan Muslim Singapura, Masagos Zulkifli mengatakan, pihaknya mendukung keputusan MUIS.
MUIS akan melanjutkan layanan penting seperti bantuan sosial dan zakat di masjid-masjid tertentu, dan meningkatkan program keagamaan online dan lewat radio.
Masagos juga berterima kasih kepada umat Islam di Singapura atas dukungan dan kerja sama mereka.
(Dyah Ratna Meta Novia)