Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Islami Menahan Nafsu Ingin Keluar Rumah saat Pandemi Corona

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 03 April 2020 |13:38 WIB
Cara Islami Menahan Nafsu Ingin Keluar Rumah saat Pandemi Corona
Ilustrasi. Foto: Torontolife
A
A
A

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, keluar rumah ketika sedang pandemi virus corona (COVID-19) adalah salah satu godaan nafsu terbesar.

"Di tengah kondisi seperti sekarang ini harus ada kesadaran diri yang tinggi untuk menahan diri, jangan arogan, jangan terlalu percaya diri yang malah menjerumuskan kita pada kerusakan yang lebih besar, yakni tidak mengindahkan anjuran pemimpin kita untuk melakukan isolasi diri, membatasi diri, social distancing, dalam rangka mencegah meluasnya penularan virus corona," katanya saat dihubungi Okezone, Jumat (3/4/2020).

Lebih lanjut, kata Ainul Yaqin, ada cara untuk menahan diri agar tidak bepergian jauh ketika sedang terjadi wabah penyakit seperti saat ini. Caranya yakni :

1. Mengingat ajaran agama tentang perintah untuk mengikuti ulil amri atau pemerintah. Jadi jika ingin bertakwa, maka mesti mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah saja sementara, sesuai dengan firman Allah berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أطيعُوا اللَّهَ وَأَطيعُوا الرسولَ وَأُولِي الأَمْرِ منْكُمْ". سورة : النساء،

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul,(Nya), dan ulil amri di antara kamu." (QS.An-Nisa':59).

2. Kemudian mengingat anjuran atau sabda nabi untuk tidak kongkow di pinggir jalan. Sabda nabi di bawah ini bisa diimplementasikan saat pademi corona.

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا; نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ: فَأَمَّا إِذَا أَبَيْتُمْ فَأَعْطُوا اَلطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا: وَمَا حَقُّهُ؟ قَالَ: غَضُّ اَلْبَصَرِ وَكَفُّ اَلْأَذَى وَرَدُّ اَلسَّلَامِ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ اَلْمُنْكَرِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: "Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jauhkanlah dirimu untuk suka duduk di jalan-jalan.” Mereka berkata: Wahai Rasulullah itu hanyalah bagian dari tempat duduk kami di mana kami biasa berbincang-bincang di sana. Beliau menjawab: “Jika kalian menolak (nasihat ini) maka berilah jalan kepada haknya.” Mereka bertanya: Apakah haknya? Beliau bersabda: “Menundukkan pandangan tidak mengganggu. Menjawab salam. Menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemungkaran."(Muttafaqun Alaihi).

3. Cara ketiga mengingat bahwa menjaga jarak antara yang sehat dengan yang terkena wabah penyakit adalah sunah, dan ini sesuai dengan keadaan sekarang, physical distancing demi mencegah penularan virus corona.

قَالَ أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُورِدُوا الْمُمْرِضَ عَلَى الْمُصِحِّ

Artinya:" Abu Salamah bin Abdurrahman berkata; saya mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat" (HR. al-Bukhari).

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement