nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nikah Siri di Tengah Pandemi COVID-19? Simak Penjelasannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 06 April 2020 15:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 06 614 2194940 nikah-siri-di-tengah-pandemi-covid-19-simak-penjelasannya-ZjETZqI3vC.jpg ilustrasi: shutterstock

PANDEMI virus corona (COVID-19) mengakibatkan aktivitas di tengah masyarakat terganggu. Salah satunya pernikahan yang jauh-jauh hari direncanakan. Bahkan, Kementerian Agama telah mengeluarkan panduan menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) dan di luar KUA.

Namun ada juga masyarakat yang melakukan nikah siri atau menikah di bawah tangan. Menikah siri merupakan pernikahan yang sah secara agama namun tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, menikah siri di tengah pandemi virus corona (COVID-19) harus dilihat lebih dulu kemaslahatan dan kemudharatannya. Sebab banyak yang salah mengartikan dari pernikahan siri tersebut.

"Kita perlu meluruskan definisi kikah siri dulu, banyak yang mempersepsikan nikah siri dengan nikah di bawah tangan, nikah sembunyi-sembunyi, nikah secara rahasia," katanya saat dihubungi Okezone, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut, kata Ainul di saat wabah corona seperti sekarang ini jika nikah siri memang benar-benar diniatkan untuk hal baik maka dibolehkan. Hal ini juga sekaligus agar terhindar dari fitnah.

"Satu sisi ingin menyegerakan nikah agar halal dan tidak terjadi maksiat," katanya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

أَعْلِنُوا هَذَا النِّكَاحَ وَاجْعَلُوهُ فِي الْمَسَاجِدِ وَاضْرِبُوا عَلَيْهِ بِالدُّفُوفِ

Artinya: "Umumkanlah pernikahan ini dan lakukanlah di dalam masjid, dan pukul-lah rebana. " (HR. At Tirmidzi No. 1089)

Ustadz Ainul bilang, dalam konteks nikah siri adalah akad nikah dan prosesi sederhana, namun memenuhi rukun dan syarat nikah dalam rangka mencegah Mafsadat tidak dipermasalahkan.

"Termasuk tidak menggelar pesta pernikahan, malah harus ditiadakan untuk menolak Mafsadat yang besar jika ada keramaian, yang bertentangan dengan kebijakan Ulil Amri kita," katanya.

"Umumkan saja, kabarkan saja, sekadar memberikan informasi bahwa akan diadakan akad nikah, dengan kehadiran orang terbatas, dalam rangka penghalalan hubungan karena tidak bisa ditunda lagi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini