"Apa masalahnya?" tanya ketua.
"Soal kemaluan saya gimana, saya kan sudah kampanye kemana-mana!" jawab Kiai.
Mendengar itu Gus Dur tertawa terpingkal-pingkal sambil berkomentar,"Begitulah warga NU susah membedakan mana malu dan kemaluan!"
*Diadaptasi dari buku Humor Para Kiai: Menebar Tawa Menuai Hikmah karya Chalis Anwar
(Muhammad Saifullah )