Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Cara Islam Menjaga dan Memuliakan Wanita

Novie Fauziah , Jurnalis-Selasa, 21 April 2020 |15:22 WIB
Begini Cara Islam Menjaga dan Memuliakan Wanita
ilustrasi: zamzam academy
A
A
A

RADEN Ajeng Kartini atau lebih dikenal RA Kartini merupakan sosok pahlawan Nusantara yang memperjuangkan derajat dan hak-hak perempuan. Untuk mengenang nama serta jasanya, maka setiap 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini.

Dalam Islam, perempuan adalah sosok yang dimuliakan, bahkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam juga sangat menghormati semua perempuan.

"Islam sangat memuliakan wanita. Lahirnya Islam juga dalam rangka pembebasan perempuan dari diskriminasi dan "penjajahan" budaya jahiliah. Banyak hadist yang menerangkan kemuliaan perempuan," ujar Sekretaris Dewan Keluarga Masjid (DKM), Masjid El Syifa Ciganjur, Ustadz Hadi Saifullah saat dihubungi Okezone, Selasa (21/4/2020).

Salah satu hadist yang menjelaskan bahwa Rasulullah sangat memuliakan perempuan, yaitu: "Seorang sahabat bertanya kepada Nabi; Wahai Rasulullah, kepada siapakah seharusnya aku harus berbakti pertama kali?. Nabi memberikan jawaban dengan ucapan; Ibumu sampai diulangi tiga kali, baru kemudian yang keempat Nabi mengatakan Ayahmu". (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

"Ini bukti Islam memuliakan perempuan," sambungnya.

Namun jika ditinjau lebih dalam, perjuangan Kartini kala itu mulai mengubah cara pandang perempuan, atau lebih dikenal dengan emansipasi wanita.

Hal ini dikarenakan, dulu sebelum Kartini memperjuangkannya, perempuan kerap dianggap sebagai manusia yang 'terbelakang'. Semua kendali dipegang oleh laki-laki. Padahal Rasulullah saja sangat menghormati perempuan, bukan menganggapnya sebagi sosok yang 'lemah'.

Ustadz Hadi bilang, meski demikian, hadist di atas tidak ada kaitannya dengan emansipasi di dalam pandangan Islam."Tapi jangan samakan emansipasi dalam Islam dengan pandangan feminis sekuler. Islam tetap menempatkan perempuan pada kodrat penciptaannya," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren Salman Al Farisi Jawa Tengah, Ustadz Sanif Alisyahbana mengatakan, Islam memandang hak antara laki-laki dan perempuan adalah sama dihadapan Allah Ta’ala.

"Sama-sama bisa berlomba-lomba untuk menggapai surganya Allah, sama-sama bisa mengalahkan satu sama lain dari sisi derajat dan kemuliaan di hadapan Allah Ta’ala. Intinya tidak pernah ada masalah di dalam hal ini," katanya saat dihubungi Okezone, Selasa (21/4/2020).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement