Baca Surat Al-Qur'an yang Sama Saat Sholat Tarawih Bagaimana Hukumnya?

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 22 April 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 616 2202955 baca-surat-al-qur-an-yang-sama-saat-sholat-tarawih-bagaimana-hukumnya-ieXFsU55WC.jpg

Salah satu amalan sunah saat Ramadhan adalah menjalankan sholat tarawih berjamaah maupun sendiri-sendiri. Jumlah rakaatnya pun berbeda-beda, ada yang 11 rakaat dan 23 rakaat, termasuk sholat witir di dalamnya.

Lalu bagaimana dengan bacaan suratnya? Apakah diperbolehkan membaca surat yang sama setelah Alftihah ketika sholat tarawih?

Dalam praktik yang lazim, imam selalu membaca surat pendek Al-Qur’an yang berbeda setelah bacaan Alfatihah dalam sholat tarawih. Bahkan di beberapa masjid dilakukan khataman Al-Quran dalam bacaan sholat. Dalam sebulan imam sholat menyelesaikan bacaan 30 juz Al-Qur’an.

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, membaca surat yang sama saat sholat tarawih adalah diperbolehkan atau mubah.

"Boleh, atau mungkin dia hapalannya surah Al Ikhlas saja, diulang terus sebab keterbatasan kemampuan ketika dia menjadi Imam sholat di rumahnya. Sebab tidak ada lagi yang mampu menjadi Imam sholat tarawih berjamaah di rumah," katanya saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Rasulullah SAW bersabda:

إذا أمَّ أحدُكم الناسَ فليخفِّفْ . فإن فيهم الصغيرَ والكبيرَ والضعيفَ والمريضَ . فإذا صلَّى وحده فليصلِّ كيف شاء

Artinya: "Jika salah seorang dari kalian menjadi imam bagi suatu kaum, maka permudahlah sholatnya. Karena di antara mereka ada anak kecil, orang tua, orang lemah dan orang sakit. Jika kalian sholat sendirian, maka silakan sholat sebagaimana kalian mau,"(HR. Al Bukhari 90, Muslim 467).

Lebih lanjut, kata ustadz Ainul Yaqin, bahwasannya Islam tidak pernah mempersulit atau merepotkan setiap umat dalam menjalankan ibadah. Terlebih persoalan kemampuan ketika menjadi imam, jika hanya hapal surat yang sama, maka diperbolehkan untuk dibaca berulang-ulang.

"Tapi lebih baik lagi sambil menambahkan hapalannya di kemudian hari, niati belajar dan meningkatkan kapasitas diri dan keimanan dalam ibadah," tuturnya.

Allah SWT berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Artinya: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". (QS.Al Baqarah:185)

Selain itu, di dalam hadits Nabi Muhammad SAW juga menegaskan keringanan atau rukhsoh dalam menjalankan ibadah termasuk menjadi imam dengan bacaan, atau hapalan surat atau ayat terbatas yakni setelah bacaan Fatihah.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ إِلاَّ غَلَبَهُ

Artinya: "Sesungguhnya agama ini sangat mudah. Dan tiada seseorang yang mencoba mempersulit diri dalam agama ini melainkan ia pasti kalah," HR Al- Bukhari).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya