Sholat Tarawih Boleh Dicicil, Bisa 11 Rakaat atau 23 Rakaat

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 616 2203502 sholat-tarawih-boleh-dicicil-bisa-11-rakaat-atau-23-rakaat-1J67tTV57t.jpg

SHOLAT Tarawih menjadi salah satu ibadah khas bulan Ramadhan. Pelaksanaan ibadah sunnah ini ternyata bisa dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang bisa disesuaikan.

"Sejatinya sholat Tarawih itu tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah rakaatnya alias bebas," terang Ketua Ikatan Sarjana Quran dan Hadits Ustadz Fauzan Amin saat dihubungi Okezone, Kamis (23/4/2020).

Ustad Fauzan menegaskan kembali tentang jumlah rakaat tarawih yang fleksibel berdasarkan sejarahnya dan beberapa hadist.

Dari Abi Hurairah ra: Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam menggemarkan Salat pada bulan Ramadan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: “Barang siapa yang melakukan ibadah (Salat tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridho dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR: Muslim).

Ditambah lagi dengan kesaksian istri Rasulullah, Aisyah Ummil Mu’minin ra: sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam pada suatu malam sholat di masjid, lalu banyak orang sholat mengikuti beliau, beliau sholat dan pengikut bertambah ramai (banyak) pada hari ketiga dan keempat orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau Nabi, tetapi Nabi tidak keluar (tidak datang) ke masjid lagi.

Ketika pagi-pagi, Nabi bersabda: “sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau sholat ini diwajibkan pada kalian”. Siti ‘Aisyah berkata: “hal itu terjadi pada bulan Ramadan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist ini, nilai ustadz Fauzan, menerangkan bahwa Rasulullah memang pernah melaksanakan sholat Tarawih. Pada malam hari yang kedua beliau datang lagi mengerjakan sholat dan pengikutnya tambah banyak. Pada malam yang ketiga dan keempat Nabi tidak datang ke masjid, dengan alasan bahwa beliau takut sholat Tarawih itu akan diwajibkan Allah melalui wahyu karena umat islam sangat antusias dan bertambah banyak jumlah jamaah sholat tarawihnya.

"Rasulullah melaksanakan sholat Tarawih berjamaah di masjid hanya dua malam dan hukumnya adalah sunnah karena sangat digemari olehnya dan beliau mengajak orang-orang untuk mengerjakannya. Tidak ada penyebutan bilangan rakaat dan ketentuan rakaat sholat Tarawih secara rinci. Sahabat Umar bin Khattab yang punya ijtihad," ujar Fauzan merinci.

Pada zaman sahabat Umar, rakaat sholat tarawih adalah 20 rakaat tanpa witir, sebagaimana yang sudah disepakati oleh umatnya, baik ulama’ salaf atau ulama’ kholaf bahkan ini sudah menjadi ijma’ sahabat dan semua ulama’ madzhab, Syafi’i, Hanafi, Hanbali dan mayoritas Madzhab Maliki. Dalam konteks keindonesiaan, warga Nahdlatul Ulama menerapkan konsep sholat Tarawih ini.

Imam Malik sendiri memilih 8 rakaat namun secara mayorits Malikiyyah sesuai dengan pendapat mayoritas Syafi’iyyah, Hanabilah, dan Hanafiyyah yang telah sepakat bahwa sholat Tarawih terdiri dari 20 rakaat.

Sebagian umat Muslim di Indonesia melaksanakan sholat Tarawih sebanyak 11 rakaat, yakni termasuk tiga rakaat witir juga bisa menjadi pilihan, dengan formasi 4-4-3 (witir). Ada juga yang 11 rakaat dengan formasi 2-2-2-2-2-1 (witir).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Dari Abu Salamah bin Abdirrahman, ia bertanya kepada Aisyah RA, 'Bagaimanakah shalat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan?'

Aisyah RA menjawab, 'Rasulullah SAW tidak pernah menambah di dalam Ramadhan dan di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat. Beliau shalat empat rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian, beliau shalat empat rakaat jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian, beliau shalat tiga rakaat."

Sholat Tarawih Bisa Dicicil

Ustadz Fauzan juga mengamini bahwa pelaksanaan sholat Tarawih bisa dijeda alias dicicil. Habis sholat isya beberapa rakaat, kemudian dilanjutkan lagi sebelum sahur beberapa rakaat.

Ia mendasarkan dari arti harfiah Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". "Saat capek, sahabat istirahat sambil ngaji, dzikir, baru lanjut lagi," terang Fauzan.

“Saya sendiri tarawih macam-macam. Kalau lagi semangat 20 rakaat. Kalau lagi capek capek 11 rakaat. Formasi 2-2-2-2-2-1, kalau lagi sibuk mengisi tadarus di luar, formasi tarawih bisa jadi 4-4-3. Kalau zaman mudik alias jadi musafir cukup dua rakaat.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya