وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Menurut Ustadz Achmad Satori, kunci untuk membangun keluarga yang bahagia adalah bagaimana seorang suami mampu menjadi pemimpin bagi istri. Kemudian seorang istri harus taat kepada suaminya, dan anak menjadi Qurrata a’yun bagi kedua orangtuanya.
Kemudian harus dijalin komunikasi yang efektif, karena komunikasi adalah salah satu cara untuk membahagiakan anggota keluarga. "Kata-kata yang indah dan kata-kata yang lembut akan menjadi memori yang baik dan akan membawa kebahagiaan. Sedangkan kata-kata yang kasar akan menanamkan rasa sakit di dalam hati," ujar Ustadz Achmad Satori.
Selanjutnya anggota keluarga harus saling memahami, seperti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah ketika membantu pekerjaan rumah istrinya.
(Abu Sahma Pane)