Siapakah gerangan tetamu yang datang kepadanya? Sebab, jika manusia biasa dihidangkan makanan selezat itu, dapat dipastikan langsung menyantapnya.
Para tamu itu sadar bahwa tuan rumah merasa ketakutan dengan kehadirannya. Lalu tamu itu mengatakan kepada Nabi Ibrahim. “Janganlah kamu takut.” Dan tamu itu pun mengatakan bahwa ia membawa kabar gembira dengan kelahiran seorang anak yang alim yaitu Ishak. (Adz-Dzariat 51:28).
(Baca Juga : Kisah Dzulkifli, Diangkat Jadi Nabi karena Sabarnya Kelewat Batas)
Pelajaran yang ketiga adalah, dengan berbuat baik terhadap siapa pun, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan-kebaikan yang lebih besar dari apa yang dilakukan oleh manusia. Siapa yang masih meragukan kebaikan Nabi Ibrahim? Bahkan kepada yang tidak dikenalnya saja ia masih santun.
Para tamu itu membawa kabar gembira bahwa Ibrahim akan dikaruniai putra yang shalih yaitu Ishak. Dan dari Nabi Ishak kemudian akan banyak keturunan-keturunannya yang menjadi Nabi. Para tamu itu diketahui belakangan sebagai utusan Allah, para malaikat yang menjelma menjadi manusia.
(Baca Juga : Peneliti Singapura Prediksi Pandemi COVID-19 di Indonesia Berakhir 3 Juni)