Share

Kisah Dzulkifli, Diangkat Jadi Nabi karena Sabarnya Kelewat Batas

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 614 2206082 kisah-dzulkifli-diangkat-jadi-nabi-karena-sabarnya-kelewat-batas-ceP1RZNtjC.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KESABARAN Nabi Dzulkifli mungkin di atas rata-rata manusia biasa. Ia tak pernah sekali pun marah dan omongannya selalu dapat dipegang. Karena sifatnya seperti itu, maka Allah SWT mengangkatnya menjadi seorang nabi. Sikapnya juga sering menjadi panutan hidup bagi banyak orang.

Nama asli Nabi Dzulkifli adalah Basyar. Ia terlahir dari keluarga nabi, ya, ayahnya adalah Nabi Ayub dan ibunya bernama Rahmah. Nabi Dzulkifli hidup dan besar di sebuah negara dengan raja yang sangat arif bijaksana.

Dikutip dari buku 'Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul' karya Ali Nurfadhilah, sang raja jugalah yang memberikan nama Dzulkifli pada Basyar yang artinya sanggup.

kisah nabi

Hal ini terjadi karena suatu ketika sang raja mengumumkan sayembara, "Siapa yang sanggup berlaku sabar? Jika malam mendirikan sholat dan jika siang melakukan puasa?". Tak ada satu orang pun awalnya yang menyanggupi permintaan raja itu.

Sampai akhirnya Basyar mengacungkan tangan tanda menyanggupi apa yang diinginkan sang raja. Akhirnya, anak muda bernama Basyar itu diberikan nama Dzulkifli yang artinya sanggup.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Singkat cerita, berkat ketekunan dan kesabaran Dzulkifli, ia pun ditunjuk menggantikan sang raja. Kebiasaannya sejak muda terus ia lakukan sampai ia menjadi raja: malam mendirikan solat, siang melakukan puasa. Tak hanya jadi raja, Nabi Dzulkifli pun diangkat menjadi ketua hakim di negara tersebut.

Saking sibuknya, tidur Nabi Dzulkifli sebentar. Ia hanya istirahat beberapa waktu, sekadar memejamkan mata. Mengetahui hal ini, setan pun mengganggunya. Ya, setan ini berpura-pura menjadi orangtua yang tak punya sanak saudara dan tempat tinggal. Setan coba menggoyahkan kesabaran Nabi Dzulkifli.

"Ada apakah saudara datang kemari?" tanya Dzulkifli pada setan yang sedang menyamar. Setan datang di waktu malam. Setan pun menjawab, "Hamba musafir, barang-barang kepunyaan hamba dirampok orang di jalan," kata setan.

Mengetahui hal itu, Nabi Dzulkifli pun meminta agar orangtua yang aslinya setan ini datang ke kerajaan esok pagi atau petang hari. "Datanglah engkau esok pagi atau petang hari," ungkap Nabi Dzulkifli iba.

Esok harinya, orangtua tersebut tak datang mengunjungi kerajaan. Pun saat petang tiba, orangtua tersebut tak kunjung hadir di kerajaan. Nabi Dzulkifli padahal sudah meluangkan waktu untuk bisa membantu orangtua tersebut yang ternyata setan. Meski begitu, Nabi Dzulkifli tak pernah merasa kesal dan ia tetap sabar dan tak pernah marah pada tamunya yang datang ke kerajaan.

Singkat cerita, terjadi peperangan yang dahsyat di negara Nabi Dzulkifli. Ia memerintahkan agar pasukan dan kaumnya ikut berperang. Tapi, ajakan Nabi Dzulkifli tak ada yang berani sanggupi. Tentara dan rakyatnya takut mati.

Karena Nabi Dzulkifli memohon, akhirnya prajurit dan rakyatnya menyanggupi permintaan Nabi Dzulkifli tapi dengan syarat, "Kami akan berjuang ke medan perang asal hidup kami terjaga. Kami tidak mati saat berperang."

Dzulkilfi tidak marah mendengar hal tersebut. Ia bahkan mendoakan rakyat dan prajuritnya selalu dilindungi oleh Allah SWT. Maka Allah SWT mewahyukan kepada Dzulkifli: "Hai Dzulkifli, Aku telah mengetahui permintaan mereka dan Aku mendengar doamu. Semua itu akan Aku kabulkan."

Perang pun terjadi dan Nabi Dzulkifli serta seluruh prajuritnya menang. Mukjizat Allah SWT nyata, tak ada satupun dari mereka yang tewas di medan juang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini