Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

COVID-19 Mempersatukan Anak Bangsa

COVID-19 Mempersatukan Anak Bangsa
A
A
A

COVID-19 akhir-akhir ini selalu mewarnai berita yang kita konsumsi sehari-hari. Masyarakat disuguhkan dengan berbagai informasi, adakalanya berita gembira yang memberi harapan bagi kita, yakni pasien yang telah sembuh melawan corona.

Namun informasi yang menyajikan ketegangan dan ketakutan lebih mendominasi baik melalui media massa maupun informasi yang terdengar dari orang-orang di sekitar kita. Akibat dari informasi penyebaran COVID-19, yang terus-menerus menjejali pikiran, membuat orang merasa ketakutan dan kebingungan.

Pemerintah mengambil tindakan membatasi mobilitas masyarakat agar penyebaran virus corona tidak meluas. Langkah ini mengakibatkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat, terutama bagi kalangan dengan penghasilan pas-pasan. Tingkat konsumsi masyarakat juga menurun drastis dan memberikan hantaman telak kepada sektor ekonomi.

Pembatasan mobilitas manusia dalam beraktivitas turut mempengaruhi jalannya proses produksi barang dan jasa. Banyak perusahaan dan pabrik yang menutup operasionalnya, sehingga pemutusaan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana, sumber pendapatan karyawan/pekerja terhenti. Begitu juga sektor jasa mengalami penurunan signifikan bahkan tepaksa ditutup operasionalnya karena mobilitas masyarakat dibatasi.

Namun satu yang patut kita syukuri, hiruk-pikuk perbedaan pendapat yang tajam selama ini yang mengarah kepada hujatan terhadap kelompok di luar dirinya bahkan mengarah kepada perpecahan anak bangsa, semakin senyap bahkan hampir tidak terdengar lagi.

Sekarang ini masyarakat fokus membicarakan Corona atau COVID-19, tentang dampak dan bahaya yang ditimbulkan. Kita sebagai umat yang beriman harus meyakini firman Allah SWT: “Tidak ada suatu musibah yang turun di bumi juga yang menimpa diri-diri kalian kecuali telah dituliskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Hadid).

Maka, tidaklah seorang hamba ditimpa satu musibah kecuali apa yang Allah telah tuliskan kepadanya. Maka dalam kondisi seperti ini, sungguh seorang hamba sangat membutuhkan untuk selalu meningkatkan keimanannya, meningkatkan keyakinannya terhadap takdir Allah SWT, sehingga tidak berdampak secara langsung terhadap keimanan dan keyakinan seorang hamba kepada Khaliknya.

Perubahan sosial yang diakibatkan pandemi ini mendorong seluruh komponen masyarakat untuk bersatu dengan mengenyampingkan perbedaan-perbedaan yang terjadi selama ini. Untuk saling bahu-membahu dengan mengambil peran masing-masing, kita melihat suasana yang sangat mengharukan di tengah-tengah masyarakat.

Ada beberapa aktivitas yang dilakukan berbagai kelompok masyarakat misalnya pembagian masker gratis. Pembagian nasi bungkus (kotak) oleh ormas terhadap kelompok masyarakat yang terdampak COVID-19 tanpa membedakan pilihan politik, agama dan golongan. Di tempat yang berbeda pembagian sembako terjadi, ada yang terorganisir, tapi banyak juga individu yang langsung memberikan bantuan dengan menyisir tempat-tempat yang rentan terhadap dampak COVID-19 ini.

Apalagi pada bulan Ramadhan ini, Allah juga mempermudah hamba-Nya yang menginginkan kelimpahan rezeki. Amalan pertama yang ternyata bisa menjadi sumber datangnya rezeki ketika bulan Ramadhan adalah dengan bersedekah. Sedekah diartikan sebagai pemberian yang kita miliki kepada orang lain.

Ketika seseorang bersedekah kepada orang lain, maka Allah SWT menjanjikan ganti yang sangat luar biasa. Allah Ta’ala berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir berisi seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah)

Sangat indah dan sangat mengharukan melihat keharmonisan masyarakat menyikapi musibah COVID-19 di bulan Ramadhan ini. Semua komponen masyarakat rela berbagi dan berkorban untuk menghadapi musibah ini.

Keharmonisan seperti ini harus tetap dijaga, akan sangat damai rasanya bila melihat pemandangan seperti itu tiap hari. Kita semua berharap, musibah yang melanda negeri ini nantinya akan berakhir dengan mendatangkan hikmah yang luar biasa, yaitu mempersatukan seluruh elemen anak negeri untuk membangun dan menanamkan dalam hati masing-masing dengan semboyan yang selalu kita dengar, NKRI harga mati.

Oleh : Mara Samin Lubis

Pengurus Pusat ISNU Kajian Strategis Bidang Pendidikan dan kebudayaan

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement