Humor Gus Dur: Doa Mustajab Porter Bersorban

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 618 2208484 humor-gus-dur-doa-mustajab-porter-bersorban-z99xI7Ib6f.jpg

MASYARAKAT awam Indonesia seringkali salah paham ketika melihat sebuah simbol identitas keagamaan. Seperti yang dialami KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ketika menunaikan ibadah haji.

Penerbangan haji yang ditumpangi Gus Dur berbarengan berangkat dengan rombongan haji asal Tegal, Jawa Tengah. Ketika mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, rombongan mereka diserbu oleh para porter.

Penampilan porter yang kebanyakan berkebangsaan Yaman tersebut memang unik. Wajah mereka bercambang, ada yang berjenggot, dan mengenakan sorban di kepala.

Tiba-tiba, suasana menjadi kacau saat dua orang porter berebutan mengangkut dua koper jamaah haji Tegal. Mereka beradu mulut dalam Bahasa Arab.

(Baca Juga : Ramadhan di Tengah Corona, 852 Orang Resmi Jadi Mualaf)

Jamaah haji Indonesja pun mengerumuni porter yang berkonflik tadi. Anehnya, mereka menengadahkan tangan ke atas seperti tengah berdoa sambil mengucap, "Amin ya Allah. Amin ya robbal alamin." Begitulah setiap kali porter mengakhiri cekcoknya, para jamaah mengamini.

Gus Dur yang penasaran lantas mendatangi kerumunan dan bertanya, "Ada apa? Kenapa semuanya pada berkerumun disini?" "Itu Gus, ada orang alim yang bersorban lagi berdoa. Makanya kami ikut mengamini," jawab salah satu jamaah.

Mendengar itu Gus Dur tidak bisa menahan tawanya. Tak lupa ia menjelaskan kepada jamaah agar mengamini doanya saja meski ia hanya bersarung tanpa mengenakan sorban.

(Baca Juga : Viral Hadist Nabi Dikaitkan Asteroid Tabrak Bumi pada 15 Ramadhan? Ini Penjelasannya)

Hikmah kisah ini sangat relevan menggambarkan situasi saat ini, ketika masyarakat Indonesia banyak yang terjebak dengan simbol agama. Pemakaian sorban, gamis maupun beragam jenis pakaian kearab-araban selalu lekat dengan kesan kesalehan.

Simbol lahiriah tadi mengalahkan makna batiniah dalam melaksanakan syariat agama Islam. Gus Dur ingin menunjukkan sikap sebagai umat beragama harus melaksanakan ikhtiar lahiriah dan mengetahui makna batiniahnya secara adil. Bukan hanya fisik yang dilihat, tapi hati dan perbuatan seseorang yang menjadi patokan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

*Diadaptasi dari buku Gus Dur Menertawakan NU karya Islahuddin (2010)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya