MENCINTAI kucing sama artinya dengan bukti keislaman seseorang. Begitu judul artikel di laman Daily Sabah, 11 Desember 2017. Hal ini tentu berkaitan dengan kecintaan Rasulullah pada hewan berkaki empat tersebut.
Di Istanbul, Turki, beberapa masyarakat di sana punya kebiasaan memberikan makan kucing jalanan. Makanya jangan heran kalau banyak kucing berkeliaran di jalanan dan Anda pun melihat tempat makan mereka di pinggir jalan.

Kecintaan warga Istanbul pada kucing bukan sekadar pengusir tikus yang ada di rumah, tapi kucing sudah seperti keluarga di sana. Beberapa keluarga memelihara kucing sebagai teman anak-anak mereka atau bagi keluarga yang tak memiliki anak, memelihata kucing jadi alternatif pilihannya.
Saking cintanya orang Turki pada kucing, mereka tak hanya memelihara satu ekor, tapi bisa lebih dari 10 ekor di satu rumah. Lucunya, perhatian mereka pada kucing bisa lebih besar dari anak sendiri. Lucu memang, tapi begitulah faktanya.
Kecintaan Rasulullah pada kucing disampaikan dalam hadist berikut ini, "Kasih sayang pada kucing adalah bagian dari keimanan seorang Muslim." (Maqasid al-Hasanah, al-Sakhawi).
Suatu ketika, Nabi Muhammad menemukan seekor kucing Abyssinian berbulu hitam-putih tengah menyusui bayinya saat perang Uhud, ia memutuskan untuk mengubah arah tentaranya. Dalam perjalanan kembali, dia mengadopsi kucing tersebut dan memberinya nama Muezza.
Bukti cinta Rasulullah pada kucing bisa ditunjukan dari momen saat ada kucing terlihat haus, Rasul tanpa ragu memiringkan gelasnya di hadapan si kucing sehingga si kucing bisa meminum air dalam gelasnya.
Kecintaan Rasulullah pada kucing pun menular ke sahabatnya, Abu Hurairah yang ternyata artinya 'Bapak Kucing'. Nama tersebut disematkan pada sahabat Rasul itu karena kemanapun Abu pergi, dia selalu membawa kucing.
Bukti kecintaan orang beriman mencintai kucing lainnya adalah Pir Asad. Ia dijuluki Pisili Sultan atau Sultan Kucing. Julukan itu diberikan padanya karena ketika kucing kesayangannya mati, ia menguburnya tepat di dekat kakinya.
Lalu, ada juga Ahmed Rufah, salah seorang yang dituakan. Suatu ketika ia tengah duduk dan kucing datang dan tertidur di lengan jubahnya. Solat Jumat pun tiba, dia tidak ingin mengganggu kucing itu, sehingga dia memotong lengan bajunya daripada membangunkan kucing tersebut saking cintanya.
(Dewi Kurniasari)