Tausiyah Ramadhan: Kapan Kita Harus Beristigfar?

Sabtu 16 Mei 2020 20:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 16 330 2215109 tausiyah-ramadhan-kapan-kita-harus-beristigfar-1zlbnsCvaN.jpg

Pembaca yang diberkahi Allah. Ada beberapa pertanyaan terkait dengan istigfar. Kapan sesungguhnya kita harus beristigfar atau memohon ampunan kepada Allah? Apakah beristigfar hanya dilakukan oleh orang-orang yang berdosa? Cukupkah amal kita sehingga kita merasa tidak berdosa lantas tidak beristigfar?

Deretan pertanyaan ini bisa bertambah banyak. Sesuai dengan kehendak sang penanya. Meski begitu mari coba kita telaah pertanyaan di atas dengan jawaban yang terdapat dalam Al-Quran.

Allah berfirman dalam QS. An-Nashr 110:1-3. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”

Ayat ketiga pada QS. An-Nashr (110) di atas adalah perintah untuk beristigfar. Perintah memohon ampunan ini bukan ketika didatangkan musibah melainkan ketika didatangkan kemenangan, kebahagiaan. Karena ini perintah, maka kita harus melaksanakannya, yaitu beristigfar di saat senang. Memang keren beristigfar ketika susah, tapi lebih keren lagi beristigfar ketika senang.

Ayat di atas memang bukan hanya tentang istigfar. Perintah sebelumnya adalah bertasbih dan bertahmid lalu kemudian beristigfar. Tiga kata ini ampuh untuk membuat Allah jatuh cinta kepada manusia. Allah akan memberinya ampunan dan kasih sayang.

Bukan hanya manusia yang melakukan tiga hal utama di atas. Bahkan para malaikat yang taat dan tidak berdosa saja melakukannya. Para malaikat bertasbih, bertahmid dan beristigfar atau memohon ampunan untuk manusia di bumi. Mereka melakukan ini semua karean kebesaran Allah. Allahu Akbar. Allah Maha Besar.

Dalam QS. Asy-Syuura (42:5) Allah berfirman bahwa, “hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.”

Jika kita menganggap kita sudah baik, maka beristigfarlah. Jika datang kepada kita musibah beristigfarlah. Jika datang kepada kita kesuksesan dan kemuliaan maka beristigfarlah. Jika datang kepada kita kegagalan, maka beristigfarlah. Ternyata perintah istigfar memohon ampunan kepada Allah adalah perintah untuk manusia di bumi, kapan pun dan dalam situasi apa pun.

Beristigfar memohon ampunan ini adalah amalan yang diutamakan. Bahkan sebelum kita berdoa kepada Allah kita dianjurkan untuk beristigfar terlebih dahulu, lalu memuji Allah baru kemudian berdoa, meminta apa saja kepada Allah. 

Di 10 hari akhir Ramadhan ini adalah momentum yang berharga untuk memperbanyak istigfar dan merenung akan diri atau muhasabah. Sudah berapa banyak dosa yang kita perbuat, baik yang disengaja maupun tidak. Sudah maksimalkah kita melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya? Maka dari itu mari kita perbanyak beristigfar. Astagfirullah.

Oleh: Deden Mauli Darajat

Penulis adalah dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini