Mbah Moen: Jawa Tengah Pusatnya Indonesia

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 21 Mei 2020 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 614 2217386 mbah-moen-jawa-tengah-pusatnya-indonesia-eVp55TYv5u.JPG KH Maimun Zubair alias Mbah Moen (Foto: Instagram/@khmaimunzubair)

K.H Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen, pernah menyinggung soal Jawa Tengah sebagai pusatnya Indonesia. Di dalam hal ini Mbah Moen menyerukan, agar pemerintah mampu membangun kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat. Terutama bagi pemerintah Jawa Tengah, harus mewujudkan kemakmuran di wilayah tersebut.

Dikutip dari buku Mbah Maimun Kisah-kisah Kemuliaan Guru Semua Golongan karya Ustadz H. Makmun Kholil, Selasa (19/5/2020), saat itu Mbah Moen memberikan wejangan di depan salah satu ketua umum partai politik. Di hadapannya, Mbah Moen berpesan agar pemerintah Indonesia mengembalikan kemakmuran rakyatnya.

"Bangsa kita adalah bangsa yang benar-benar menderita dan harus diperjuangkan secara keseluruhan, bahagia sejahtera dari Sabang sampai Merauke," kata Mbah Moen.

Baca juga: Ketika Ilmu Mbah Moen Bikin Ulama Timur Tengah Takjub

Selain itu, Mbah Moen juga berpesan agar Indonesia tidak lagi mengekspor masyarakatnya sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), akan tetapi Mbah Moen menginginkan memperbanyak pengiriman barang ke luar negeri. Sebab itulah, saat ini pilar bangsa harus diperkuat untuk mengentaskan kemiskinan yang masih merajalela di Indonesia.

KH Maimun Zubair

Bagi Mbah Moen, Jawa Tengah merupakan wilayah sentral bagi Indonesia. Di wilayah ini juga sebagai salah satu pusat jejak sejarah Islam. Hal ini dibuktikan Masjid Bintoro pertama kali menjadi masjid nasional meski Islam dan bangunan rnasjid hadir lebih dulu di Aceh dan Medan.

Penanda lainnya yang berada di Jawa Tengah sebagai pusatnya kejayaan Indonesia pada masa dahulu, yaitu lahirnya fllsafat Sansekerta yang memiliki arti sangat mendalam. Sansekerta dikemas dalam basa yang sangat sastrawi yakni bahasa Kawi yang memiliki irama yang diwariskan hingga sekarang, seperti dandang gula, sinom, pangkur dan sebagainya.

Baca juga: Nasihat Mbah Moen bagi Muslim, Cukup Minta 4 Hal Ini kepada Allah SWT

"Jawa Tengah menjadi tolok ukur. Kalau Jateng lebih baik, Insya Allah Jawa Tengah akan jaya. Kita mengetahui bahwa Jawa Tengah adalah perubahan apa yang ada di Indonesia, dan menjadi titik sentral," terang Mbah Moen.

Jawa Tengah bagian Pantura (pantai utara Jawa) umumnya dikenal sebagai basis santri, dan Nahdlatul Ulama (NU). Sementara di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dikenal sebagai basis nasionalis dan Muslim abangan.

Oleh karenanya pengaruh Mbah Moen di Jawa Tengah ini sangat kuat, khususnya kawasan pantura. Para alumni Pondok Al-Anwar Sarang yang tergabung dalam organisasi bernama FASS (Forum Alumni Santri Sarang) bertebaran hampir di seluruh Jawa Tengah. Mulai dari Rembang sendiri, kemudian Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal hingga Brebes.

Tak heran, jika wejangan atau nasihat yang diberikan ulama karismatik satu ini sangat dihormati, terlebih masukan soal kebangkitan dan kemakmuran bangsa Indonesia. Mbah Moen begitu perhatian, hingga menyebutkan bahwa Jawa Tengah merupakan sentralnya Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini