LAPAN Prediksi Idul Fitri 1441 Hijriah Serentak Minggu 24 Mei

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 22 614 2217826 lapan-prediksi-idul-fitri-1441-hijriah-serentak-minggu-24-mei-mH2jayZO0E.JPG Kepala LAPAN, Prof Thomas Djamaluddin (Foto: Okezone.com)

KEPALA Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin memprediksi 1 Syawal 1441 Hijriah atau Idul Fitri 2020 jatuh secara serentak pada Minggu 24 Mei 2020.

Menurut Thomas, bulan masih di bawah ufuk pada saat Maghrib akhir 29 Ramadhan atau Jumat 22 Mei 2020.

Semua kriteria yang berlaku di Indonesia, wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan ketinggian bulan 2 derajat yang digunakan NU, serta kriteria internasional (kriteria Odeh) dan usulan Rekomendasi Jakarta 2017 (yang kriterianya sudah digunakan Persis), semuanya menunjukkan pada saat Maghrib 22 Mei 2020 posisi bulan belum memenuhi kriteria.

"Artinya, secara hisab ditentukan awal Syawal (Idul Fitri) 1441 jatuh pada hari berikutnya 24 Mei 2020. Kepastiannya menunggu hasil sidang isbat yang akan menggabungkan dengan hasil rukyat (pengamatan) hilal pada saat Maghrib 22 Mei 2020," kata Thomas saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: Tim Falakiyah Jakarta Islamic Center Tetapkan Idul Fitri 1441 H Minggu 24 Mei

"Sehingga Ramadhan akan diistikmalkan menjadi 30 hari. Idul Fitri akan jatuh pada Minggu 24 Mei dan Insya Allah serentak," imbuhnya.

Anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama (Kemenag) ini menerangkan, sidang isbat akan digelar Jumat, 22 Mei 2020.

Ilustrasi

"Kepastiannya (1 Syawal 1441 Hijriah) tetap menunggu hasil sidang isbat," ungkap dia.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tim perukyat kata Thomas, melakukan pengamatan di banyak titik dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan. Hasilnya nanti kemudian dilaporkan kepada Kementerian Agama (Kemenag).

Baca juga: Tentukan 1 Syawal 1441H, PBNU Sebar Tim Falakiyah di 40 Titik

"Para peserta hadir lewat video conference. Hasil rukyat yang tersebar di berbagai daerah dan hisab ini dibahas dalam sidang isbat secara virtual," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini