nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Niat dan Tata Cara Mandi Sunah Sholat Idul Fitri

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 23 614 2218521 niat-dan-tatacara-mandi-sunah-sholat-idul-fitri-CWoOMlbL0P.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SALAH satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW sebelum berangkat sholat Idul Fitri adalah melakukan mandi sunah, memakai wangi-wangian dan mengenakan pakaian yang terbaik di hari raya. Tujuannya, sebagai bentuk syukur dan membangun suasana semangat ibadah agar semakin meningkat.

“Mandi sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri hukumnya sunah, seperti halnya mandi pada hari Jumat, pada dua hari raya (Idu Fitri dan Idul Adha), mandi pada waktu melaksanakan ihram, untuk melakukan wuquf di Arafah, mandi pada waktu menginap di Muzdalifah, hari Tasyriq, ketika memasuki Kota Makkah, atau ketika melakukan thawaf wada,” ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin kepada Okezone, belum lama ini.

Lebih lanjut, mandi merupakan cerminan kebersihan dan keindahan, serta dapat menjaga kesehatan. Di dalam ajaran Islam sangat menganjurkan setiap muslim menjaga kebersihan badan.

Sebab, kebersihan adalah cerminan dari seseorang bersyukur atas kesehatan badan, akan meningkatkan semangat ibadah.

Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar umat Islam mandi dan memakai wewangian ketika, serta sebelum berangkat menuju tempat ibadah.

Ilustrasi

“Mandi sunah sholat idul Fitri adalah mandi yang jika dikerjakan akan mendatangkan pahala bagi yang menjalankan, dan bagi yang tidak menjalankan tidak berdosa. Namun, akan lebih baik jika dilaksanakan karena kesunahan ada pahala. Terlebih ini merupakan salah satu amalan Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Imam Malik dalam Kitab Muwatha’ menyebutkan:

أن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما كان يغتسل يوم الفطر، قبل أن يغدو إلى المصلى

Artinya: “Bahwasanya Abdullah bin Umar ra selalu mandi di hari Idul Fitri sebelum ia berangkat ke masjid (sholat idul Fitri)” (HR. Malik dalam Al Muwatho' 426, atsar shohih menurut Imam Nawawi).

Amalan para sahabat tersebut, kata Ustadz Ainul Yaqin, berpedoman kepada kesunahan mandi di saat hendak sholat Jumat. Begitu juga dengan amalan ketika hendak sholat Idul Fitri, yakni disunahkan dalam keadaan bersih sebelum berkumpul dengan jamaah.

Ilustrasi

Adapun niat mandi sunah Idul Fitri adalah sebagai berikut:

نويت الغسل سنة لعيد الفطر لله تعالى

"Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala,"

Artinya: “Saya niat mandi sunnah untuk idul fitri karena Allah ta’ala.”

“Dan mandinya bukan mandi biasa, namun mandinya seperti halnya mandi untuk hadas besar. Yakni harus niat terlebih dahulu, menghilangkan segala jenis najis yang menempel di badan dan mengalirkan air ke seluruh badan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki berikut lipatan-lipatan tubuh harus dibasuh semua,” terangnya.

Adapun waktu pelaksanaannya bisa dilakukan mulai dari pertengahan malam Idul Fitri.

ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل

Artinya: “Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam,” (Syekh al-Baijuri dalam kitabnya Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja').

Selain itu, mandi tersebut tidak sah jika dilakukan sebelum tengah malam karena lebih afdhal dilakukan setelah fajar (subuh). Dan ketika sudah terbenamnya matahari di hari Idul Fitri, maka sudah tidak disunahkan lagi mandi.

“Sebab, tujuan utama disunnahkannya mandi pada hari itu adalah tujuannya untuk mempersiapkan diri di hari raya Idul Fitri,” pungkas dia. (put)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini