Seorang Muslim begitu mulia budi pekertinya. Allah SWT tak pernah memerintahkan umat-Nya untuk membenci orang lain, sekalipun mereka berbeda keyakinan.
Hal ini dibuktikan dalam kisah Nabi Ibrahim. Ya, dalam buku '30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim' karya Kidh Hidayat, dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim pernah ditegur Allah karena menolak tamu, karena dia kafir.
Jadi, suatu hari datang seorang tamu laki-laki ke rumah Nabi Ibrahim. Namun, beliau menolak kedatangan tamu tersebut.
"Aku tidak akan menerima tamu seperti dirimu, kecuali engkau telah keluar dari agamamu dan meninggalkan agama Majusi," kata Nabi Ibrahim pada tamu tersebut.

Mendengar ucapan Nabi Ibrahim, orang Majusi itu menjadi kecewa. Dengan segera ia meninggalkan rumah Nabi Ibrahim.
(Baca Juga : Khutbah Sholat Id: Idul Fitri dan Kebangkitan Melawan Covid-19)
Kejadian tersebut diketahui Allah SWT dan Dia tidak suka dengan cara Nabi Ibrahim memperlakukan seorang tamu. Setelah itu turunlah wahyu kepada Nabi Ibrahim yang telah menolak tamu orang Majusi tersebut.
"Apa kerugianmu bila engkau menerima tamu itu, meskipun ia ingkar dan berbuat kafir pada-Ku. Allah telah mengganti makanan dan minuman yang engkau suguhkan kepadanya selama 70 tahun," firman Allah.
Mendengar perintah Allah itu, Nabi Ibrahim keesokan harinya mencari orang Majusi yang telah ia kecewakan untuk mengajak dia berkunjung ke rumahnya. Nabi Ibrahim pun hendak meminta maaf dan ia ingin mengaku perbuatannya kemarin.
(Baca Juga : Seruan Sholat Idul Fitri di Rumah Tak Langgar Kebebasan Beragama)
Bertemulah Nabi Ibrahim dengan tamu tersebut. Lalu, orang Majusi itu berkata, "Kemarin engkau mengusirku, tetapi sekarang engkau memintaku untuk datang ke rumahmu. Sungguh aneh engkau ini!" kata orang Majusi tersebut.

Nabi Ibrahim kemudian menceritakan wahyu dan peringatan Allah pada dirinya karena telah mengusir tamunya. Mengetahui itu, orang Majusi itu pun terenyuh.
"Sungguh Tuhanmu teramat baik memperlakukan diriku meskipun dianggap-Nya aku orang kafir. Ulurkan tanganmu dan sejak saat ini aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan engkau adalah Rasul Allah," ucap orang Majusi itu.
Ya, berkat kebaikan Allah, orang Majusi itu mengakui keimanan Allah SWT dan sejak saat itu ia bersaksi untuk menjalankan perintah Allah yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim.
(Helmi Ade Saputra)