Ustadz Khoirul menambahkan, beberapa orang khawatir, ikatan sosial akan semakin melemah di era normalitas baru ini. Ikatan kekerabatan semakin menyempit ke keluarga inti, itu pun yang sudah terlanjur berkeluarga. Orang semakin individualis. Beragama atau ber-Tuhan menjadi urusan personal.
"Lalu, ormas-ormas dan kumpul-kumpul semakin tidak relevan. Tapi melihat respons dan kepedulian sosial kita terhadap sesama di masa pandemi, lalu menyaksikan fenomena lebaran online ini, sepertinya kok normalitas baru ini hanyalah penerjemahan realitas lama ke dalam media baru saja. Substansinya, muatan nilai-nilainya tetap sama," tutupnya.
(Rizka Diputra)