Calon Jamaah Haji: Berharap Sehat, Tahun Depan Bisa Berangkat

Rabu 03 Juni 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 614 2224109 calon-jamaah-haji-berharap-sehat-tahun-depan-bisa-berangkat-1PSQGroeKX.jpg Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Twitter)

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Agama memutuskan untuk tidak memberangkatkan calon jamaah haji tahun ini. Keputusan ini untuk melindungi calon jamaah haji dan petugas dari wabah virus corona (covid-19) yang menjadi pandemi secara global.

Sejumlah calon jamaah haji yang sudah berusia lanjut dan telah menunggu giliran haji selama bertahun-tahun merasa kecewa dengan keputusan pembatalan pemberangkatan ini.

"Saya kecewa dengan keputusan itu, tapi mau bagaimana lagi? Manusia yang merencanakan, Yang Maha Kuasa yang menentukan," ungkap Atim, calon jamaah haji dari Karawang yang telah menunggu giliran menunaikan ibadah haji selama delapan tahun, Selasa 2 Juni 2020, dikutip dari BBC News Indonesia.

"Saya berharap masih sehat, diberikan kekuatan, dan kesehatan sehingga tahun depan bisa berangkat haji," lanjutnya. 

Calon jamaah lain yang juga telah menunggu selama delapan tahun untuk berangkat haji adalah Slamet Riyadi. Ia pun tidak bisa menutup kesedihannya. Apalagi, telah mempersiapkan semuanya, mulai kesehatan, pakaian, hingga perbekalan.

"Mudah-mudahan tahun depan (virus corona) cepat berlalu. Kita semua dikasih kesehatan, panjang umur, dan yang ditunda sekarang mungkin tahun depan bisa bareng-bareng lagi berangkat," ujar Slamet yang kini berusia 64 tahun.

Sementara itu pengusaha serta asosiasi penyelenggara haji dan umrah berharap pemerintah mempertimbangkan untuk dapat membuka pintu haji khusus.

Pasalnya, terdapat sekira 221.000 calon jamaah haji asal Indonesia tahun 2020 yang gagal berangkat ke Arab Saudi. Beberapa dari mereka mengungkapkan rasa kekecewaan.

"Kecewa sekali. Bapak delapan tahun menunggunya. Tiba-tiba tahun ini ada musibah seperti ini. Tidak bisa digambarkan, bapak sedih," ucap Slamet. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara Memed, calon jamaah haji dari Karawang, Jawa Barat, memahami alasan pemerintah membatalkan pemberangkatan peserta haji.

Ia tidak bisa membayangkan akan ada hampir 1 juta jamaah dari seluruh dunia berkumpul sehingga mustahil menerapkan protokol kesehatan dan tidak terpapar virus corona.

"Tapi yang saya kecewa kenapa waktu pembatalannya mepet sekali dan diundur-undur. Kami jadi bimbang dan ada yang sudah melakukan pengajian dan doa, namun tidak jadi berangkat. Kerugian material tidak ada tapi lebih ke tekanan mental," kata Memed yang mendaftar haji pada 2013. 

Calon jamaah lainnya, Ikhsan, telah mempersiapkan hati dan legawa dengan keputusan pembatalan tersebut. "(Masih) 50 persen berharap pergi, 50 persen khawatir dengan kondisi di sana bagaimana nanti," ungkapnya.

"Berangkat-tidaknya itu adalah panggilan dari Allah. Haji itu banyak duit juga bisa tidak berangkat, dan tidak ada duit juga bisa berangkat. Jadi, saya ikhlas," kata Ikhsan yang telah menunggu berangkat haji sejak 2015 menggunakan jalur haji khusus.

Ia pun berharap tahun depan wabah virus corona akan menghilang dan seluruh jamaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan lancar. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya