Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Kamar Lama Tak Ditinggali Akan Dihuni Jin?

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2020 |17:03 WIB
Benarkah Kamar Lama Tak Ditinggali Akan Dihuni Jin?
ilustrasi (Foto: Daily Mail)
A
A
A

SEBAGIAN warga perantauan ketika hari raya tiba seperti Idul Fitri harus mudik ke kampung halamannya, dan meninggalkan tempat tinggalnya untuk jangka waktu tertentu. Khususnya kamar, juga akan dibiarkan kosong begitu saja.

Kemudian beredar mitos, jika kasur dalam kamar sudah lama tidak ditempati, maka akan dihuni setan atau jin. Benarkah cara mengusirnya dengan menggunakan sapu lidi sambil dibacakan ayat-ayat Alquran dan zikir?

Direktur Pondok Pesantren Salman Al Farisi, Jawa Tengah, Ustadz Sanif Alisyahbana mengatakan, sejauh ini belum ada penjelasan valid jika kasur yang ditempati setan atau jin dapat diusir dengan sapu lidi sambil dibacakan ayat-ayat Alquran.

Baca juga: 10 Kali Tak Sholat Jumat, Warga DKI Bahagia Masjid Kembali Dibuka

"Nah terkait masalah kasur, apakah kasur yang tidak ditempati bisa dihuni jin? Bisa, ketika kasur itu lama tidak dipakai. Hanya saja dikatakan mengusirnya dengan sapu lidi, saya tidak mengetahui asal daripada perbuatan ini, apakah dianjurkan syariat atau tidak yang kami tahu mengusirnya dengan dibacakan ayat-ayat ruqyah atau doa-doa permintaan perlindungan kepada Allah SWT," katanya saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Alquran

Beberapa bacaan untuk mengusir jin atau setan adalah sebagai berikut:

أعوذبكلمات اللّه التّامّات من شرّ ماخلق

(A’uudzu bikalimaatilaahit taammati min syarri maa kholaq).

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari semua kejahatan yang dijadikan-Nya".

سْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i wa Huwas Sami’ul ‘Alim).

Artinya: "Dengan nama Allah, yang bersama namaNya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui". (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).

ilustrasi

Lebih lanjut, kata Ustadz Sanif, bahwasanya setiap tempat dihuni oleh jin Islam maupun jin kafir tergantung dari perbuatan manusia yang menghuni tempatnya itu. Jika senang beribadah, maka yang akan ikut tinggal adalah jin Islam.

Baca juga: Heboh Haji Ditunda, Apa Kabar Tata Kelola Ratusan Triliun Dana Haji?

"Bahkan dalam suatu riwayat disebutkan, ketika seorang muslim itu makan kadang jin itu mengikuti makan juga bersama mereka. Yaitu tidak ada penghalang untuk tinggal di sana, dan tentunya tidak saling mengganggu dan tidak saling menyakiti," ucapnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Tidak ada satu rumah orang muslim pun kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila ia menghidangkan makanan pagi, mereka (jin) pun ikut makan pagi bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, mereka (jin) juga ikut makan sore bersama orang-orang muslim. Hanya saja, Allah menjaga dan menghalangi orang-orang muslim itu dari gangguan jin-jin tersebut" (HR. Abu Bakar dalam Kitab Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Atsqolani).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement