MEMILIKI sifat salih menjadi dambaan setiap Muslimin. Banyak keutamaan yang bisa diraih oleh umat Islam yang salih.
Orang-orang salih mendapat tempat mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala karena ketaatannya dan senang beramal salih. Allah Subhanahu wa ta'ala juga memuji mereka yang salih dalam banyak ayat Alquran.
"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka akan ditempatkan bersama dengan orang-orang yang Allah anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shidiqin, para syuhada, dan orang-orang salih. Mereka adalah sebaik-baik teman." (QS An-Nisa: 69)
Ustadz Muchlis al Mughni, dai lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, menerangkan bahwa bergaul dengan orang-orang salih akan memberi dampak positif. Berteman dengan orang salih bakal mengubah enam sikap negatif menjadi enam sikap positif, yaitu:
1. Mengubah sikap ragu ke yakin.
2. Mengubah sikap pamer atau riya menjadi ikhlas.
3. Mengubah sikap lalai ke zikir (mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala).
4. Mengubah cinta dunia menjadi cinta akhirat.
5. Mengubah sikap sombong ke rendah hati (tawadhu).
6. Mengubah niat buruk menjadi nasihat.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk berdoa agar dijadikan bagian dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa ta'ala yang salih. Jika belum bisa menjadi orang salih, mintalah agar dipertemankan dan digabungkan dengan orang-orang salih.
"Jika belum bisa menjadi orang salih, maka berusahalah mecintai mereka. Jika belum bisa mencintai orang-orang salih maka jangan menyakiti mereka," kata Ustadz Muchlis, dikutip dari Sindonews, Selasa (9/6/2020).
Imam Syafii (150–204 Hijriah), seorang mufti besar Islam Sunni yang juga pendiri mazhab Syafii, pernah berkata, "Aku mencintai orang-orang salih meskipun aku bukan termasuk di antara mereka. Semoga bersama mereka, aku bisa mendapatkan syafaat kelak."
Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan kita bagian dari hamba-hamba yang salih, berteman dan mencintai mereka. Amin.
(Hantoro)