USTADZ Muchlis al Mughni, dai lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, menyatakan banyak manfaat jika seseorang selalu berinteraksi dengan orang salih dan beriman. Orang tersebut bisa saja berubah menjadi sosok yang lebih baik dalam beragama serta banyak beramal.
Ia mengatakan ada enam sikap negatif yang bisa berubah menjadi positif jika konsisten menjadi pribadi yang salih, yakni:
1. Mengubah sikap ragu ke yakin.
2. Mengubah sikap pamer atau riya menjadi ikhlas.
3. Mengubah sikap lalai ke zikir (mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala).
4. Mengubah cinta dunia menjadi cinta akhirat.
5. Mengubah sikap sombong ke rendah hati (tawadu).
6. Mengubah niat buruk menjadi nasihat.
Ustadz Muchlis menerangkan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kaum Muslimin berdoa agar dijadikan bagian dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa ta'ala yang salih.
Apabila belum bisa menjadi sosok yang salih, berdoalah agar digabungkan dengan orang-orang yang lebih beriman.
"Jika belum bisa menjadi orang salih, maka berusahalah mecintai mereka. Jika belum bisa mencintai orang-orang salih maka jangan menyakiti mereka," papar Ustadz Muchlis, dinukil dari Sindonews, Selasa (9/6/2020).
Kemudian Imam Syafii mengatakan, "Aku mencintai orang-orang salih meskipun aku bukan termasuk di antara mereka. Semoga bersama mereka, aku bisa mendapatkan syafaat kelak."
Ustadz Muchlis menjelaskan, orang-orang salih diberikan tempat mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala berkat ketaatan serta senang berbuat amal salih. Allah Subhanahu wa ta'ala juga banyak memuji hamba-Nya yang salih dalam Alquran.
"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka akan ditempatkan bersama dengan orang-orang yang Allah anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shidiqin, para syuhada, dan orang-orang salih. Mereka adalah sebaik-baik teman." (QS An Nisa: 69)
Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan setiap Muslimin sebagai hamba yang salih serta beriman. Amin.
(Hantoro)