Tiga Cara Umat Islam Hadapi Pandemi Covid-19

Senin 15 Juni 2020 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 616 2230170 tiga-cara-umat-islam-hadapi-pandemi-covid-19-tZWClhmeNR.jpg Salat Jumat di Masjid Agung Al Bakarah Bekasi (Okezone.com/Heru)

DUNIA sedang dilanda wabah virus corona yang berdampak pada semua sektor kehidupan manusia. Korban terus berjatuhan, ekonomi terpuruk, dan ibadah haji tahun ini terancam batal karena pandemi Covid-19. Lalu, bagaimana umat Islam menyikapi kondisi ini?

Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka atau Habib Puang, Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf, saat memberi tausyiahnya dalam program penguatan pemahaman tarekat mu’tabarah melalui Muzakarah Tarekat 1 secara virtual, Minggu 14 Mei 2020 malam yang digelar oleh Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Sulawesi Selatan, menjelaskan tiga sikap umat Islam menghadapi pandemi Covid-19.

Baca juga: Panduan Aman Jual-Beli Hewan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Kelompok pertama, mereka yang rasional, dengan mematuhi segala aturan protokoler kesehatan dan menerapkannya secara disiplin. Namun upaya taqarrub dan berdoa kepada Allah SWT tidak mendapatkan perhatian, sikap ini tidak salah.

Kelompok kedua, mereka yang menyerahkan sepenuhnya kepada takdir Allah SWT semata. Namun tidak mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah, MUI dan aturan protokol kesehatan oleh Kementerian Kesehatan. Dengan kata lain penggunaan pikiran tidak dimanfaatkan, sikap seperti ini pula tidak salah.

Kelompok ketiga, mereka yang menggabungkan keduanya. Kelompok tarekat masuk dalam kelompok ketiga ini. Karena kelompok tarekat yang menghidupkan pikiran dan hati, yaitu mengambil sikap dari kelompok pertama dan kedua. Jamaah dididik tidak hanya menggunakan kekuatan doa semata, tapi dibarengi dengan kekuatan aqliyah.

Banyak para anbiya tidak hanya menggunakan kekuatan doa, tapi tetap melakukan ikhtiar. Rasul Saw ketika akan hijrah ke Madinah, memerintahkan Ali untuk menggantikan posisi tempat tidur Rasul Saw disertai dengan doa (kekuatan batiniyah) yang dibaca Rasul Saw. Kita dapat belajar pada ikhtiar para nabi yang lain dalam kemaslahatan umatnya.

“Mudah-mudahan dengan berada kondisi yang demikian, kita berada pada keadaan sakinah (tenang), semakin bertambah energi keimanan dan kekuatan zikir lebih kuat daripada kegaduhan-kegaduhan, bisikan-bisikan dari dalam diri,” kata Habib Puang seperti dikutip dari laman resmi JATMAN.

Menurut pandangan Habib Puang Makka, tidak mungkin corona hidup sendiri, corona pasti tunduk pada Allah SWT. Corona juga bertasbih dengan sendiri, berdasarkan QS An-Nur Ayat 41.

“Hikmah dari kondisi ini bahwa kesempatan bagi para murid untuk menguatkan energi zikir, dengan berusaha mengamalkan semua amalan wirid zikir dan berkesempatan menghafalkan sanad tarekat yang telah diijazahkan,” sambungnya.

Habib Puang menitip pesan agar senantiasa mendoakan para mursyid.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Syekh Puang Dr. K. H. Baharuddin Abduh Al-Shafa, MA menjadi pembawa tausiyah pada Muzakarah Tarekat ke-2 Rabu, 20 Mei 2020 pukul 21.00 WITA.

Khadim Tarekat Muhammadiyah Sanusiyah Idrisiyah ini menyampaikan tausiyah muzakarah tarekat dengan mengaji kitab Haqaiq ‘an at-Tasawuf karya Syekh Abdul Kadir Isa. Syekh Puang mengupas hubungan syariat dan hakikat berdasarkan 3 rukun agama; Islam, Iman dan Ihsan.

“Misalnya, ibadah shalat yang terdiri dari jasad dan ruh. Pelaksanaan aspek syariat shalat berdasarkan kaifiyat ilmu fiqih, itulah jasadnya, Sedangkan hadirnya hati mengingat Allah itulah hakikat shalat. Jasad dan ruh adalah satu kesatuan dan saling membutuhkan agar mampu tegak (aqimu al-shalat),” terang Rais Awwal Idarah Wustha JATMAN Sulsel tersebut.

Setelah tausiyah, Ustadz Asep Saefullah, MA selaku pengarah acara membuka sesi dialog dan diakhri dengan pembacaan doa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya