Kurban dan Akikah, Mana yang Sebaiknya Didahulukan?

Selasa 16 Juni 2020 20:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 16 330 2231215 kurban-dan-akikah-mana-yang-sebaiknya-didahulukan-LQnRzbVxhx.jpg ilustrasi (Okezone)

AKIKAH dan kurban adalah ibadah sunah yang sama-sama ditunaikan dengan menyembelih hewan yang memenuhi syarat untuk dipotong. Nah, manakah yang sebaiknya didahulukan, kurban apa akikah?

Dalam konsultasi agama di jaringansantri.com, dijelaskan bahwa menurut madzhab Syafi’i, kurban dan akikah hukumnya sunah selama tidak nadzar.

Sementara perbedaan keduanya lebih pada waktu pelaksanaannya. Kurban hanya dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjah saja, sedangkan aikah dilaksanakan pada saat mengiringi kelahiran seorang bayi dan lebih dianjurkan lagi pada hari ketujuh dari kelahirannya.

Baca juga:  10 Tanda Akhlak Mulia Muslimin

Pada dasarnya akikah merupakan hak seorang anak atas orang tuanya, artinya anjuran untuk menyembelih hewan akikah sangat ditekankan kepada orang tua bayi yang diberi kelapangan rizki untuk sekedar berbagi dalam rangka menyongsong kelahiran anaknya.

Hal ini sesuai sabda Rasulullah saw: مَعَ الغُلاَمِ عَقِيقَةٌ Artinya: aqiqah menyertai lahirnya seorang bayi (HR. Bukhari). Para ulama memberi kelonggaran pelaksanaan akikah oleh orang tua hingga si bayi tumbuh sampai dengan baligh.

Setelah itu, anjuran akikah tidak lagi dibebankan kepada orang tua melainkan diserahkan kepada sang anak untuk melaksanakan sendiri atau meninggalkannya. Dalam hal ini tentunya melaksanakan akikah sendiri lebih baik dari pada tidak melaksanakanya.

Terkait mana lebih baik akikah atau kurban dulu, itu sebaiknya menyesuaikan momentum.

Apabila mendekati hari Raya Idul Adha, maka mendahulukan kurban adalah lebih baik dari pada malaksanakan akikah.

Ada baiknya pula- apabila menginginkan kedua-keduanya qurban dan akikah maka bisa mengikuti pendapat Imam Ramli yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat kurban dan akikah sekaligus.

Menurut hemat kami jawabannya adalah tergantung momentum serta situasi dan kondisi. Apabila mendekati hari raya Idul Adha seperti sekarang ini, maka mendahulukan qurban adalah lebih baik dari pada malaksanakan aqiqah. Ada baiknya pula- apabila saudara menginginkan kedua-keduanya (qurban&aqiqah)- saudara mengikuti pendapat imam Ramli yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat qurban dan aqiqah sekaligus.

Dalam kitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani disebutkan, Ibnu Hajar berkata: “Seandainya ada seseorang meginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup”. Berbeda dengan al-‘allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk kurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi.

Konsekuensi yang mungkin kotradiktif dari pendapat imam Romli ini adalah dalam pembagian dagingnya, mengingat daging kurban lebih afdhal dibagikan dalam kondisi belum dimasak (masih mentah), sementara akikah dibagikan dalam kondisi siap saji.

Problem ini tentunya tidak perlu dipermasalahkan karena cara pembagian tersebut bukanlah termasuk hal yang subtantif. Kedua cara pembagian daging tersebut adalah demi meraih keutamaan, bukan menyangkut keabsahan ibadah.

(sal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini